Saran Buya Syafii ke Pemerintah Soal Taliban: Kita Tunggu Bukti Dulu

Ahmad-Syafii-Maarif
Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii). (foto: dok. tirto)

harianpijar.com, SLEMAN – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) angkat bicara mengenai Taliban yang kini resmi menguasai pemerintahan Afghanistan. Dirinya pun memberikan saran ke pemerintah Indonesia.

“Bagi saya begini, kita wait and see dulu. Kan katanya mau berubah, tapi kan belum nampak buktinya. Kita tunggu bukti dulu,” ujar Buya Syafii saat ditemui awak media di kediamannya, Sleman, Jumat, 3 September 2021, seperti dilansir dari detik.

Apa yang disampaikan Buya Syafii bukan tanpa alasan. Dirinya kembali mengingatkan memori kelam saat Taliban menguasai Afghanistan pada 1996-2001.

“Tahun 1996-2001 itu parah sekali, parah sekali,” ungkapnya.

Buya Syafii menilai tidak mudah untuk mengubah ideologi. Apalagi Taliban menggunakan nama Islam yang menurutnya bisa saja berakibat buruk pada agama Islam itu sendiri.

Baca juga:   Buya Syafii Minta Jokowi Tegas Tolak Revisi UU Jika Lemahkan KPK

“Tapi kan mereka berjanji Taliban baru, tapi kita tunggu dulu lah, itu mengubah ideologi itu tidak mudah. Kalau berubah syukur lah itu yang selama 1996-2001 itu Taliban itu membawa keping neraka ke muka bumi,” kata Buya Syafii.

“Semestinya kalau yang pakai (nama) Islam, membawa keping surga ke muka bumi. Jangan dibalik-balik gitu. Orang yang tidak paham Islam itu menarik (kesimpulan) ini Islam, repot. Islam tidak seperti ini,” imbuhnya.

Dengan kembalinya kekuasaan Taliban, Buya Syafii meminta agar Indonesia mewaspadai euforia kemenangan itu. Terutama terhadap dampaknya untuk kegiatan terorisme di Indonesia.

Baca juga:   Sebut Soekarno Tidak Beriman, Buya Syafii: Itu Salah Besar

“Tentunya yang beraliran keras ini gembira to, kita lihat aja. Indonesia harus waspada, terorisme itu musuh-musuh kemanusiaan, walaupun mengatasnamakan agama dan Tuhan, tapi itu jelas pembajakan terhadap agama dan Tuhan,” ucapnya.

Selain itu, Buya Syafii juga menilai langkah China dan Rusia yang terang-terangan menjalin komunikasi dengan Taliban hanya untuk melecehkan pihak Amerika.

“Kalau Rusia dan China saya rasa itu dalam rangka melecehkan Amerika. Lebih banyak ke sana saya lihat. Karena walaupun Uni Soviet hancur, tapi kan antara Rusia dan Amerika perang dingin diam-diam masih ada. Walaupun secara resmi sudah tidak,” pungkas Buya Syafii. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar