Sahabat Minta Hentikan Kriminalisasi dan Bebaskan Munarman dari Tahanan

Sahabat-Munarman
Sahabat Munarman. (foto: detik/Wilda)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Sahabat Munarman meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperjelas status eks Sekretaris Umum FPI Munarman yang saat ini ditahan terkait kasus terorisme. Mereka meminta Munarman segera dibebaskan.

“Saya kira sesudah 4 bulan ini tidak ada kejelasan ya status saudara kami itu, jadi di sini lagi yang lebih menunjukkan kesewenang-wenangan dari pemerintah ini ya. Karena itu, kembali lagi tadi sudah dituntut dalam pernyataan sikap kami, bahwa beliau, kami minta untuk segera dibebaskan oleh pemerintah dan saya kira kalau Pak Jokowi memang bukan pemimpin yang hipokrit ya, buktikanlah bahwa Pak Munarman itu, saudara kami itu, segera dijelaskan statusnya,” ujar Koordinator TP3 Marwan Batubara dalam jumpa pers di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 1 September 2021.

Marwan Batubara mengatakan Munarman ditahan sejak April 2021. Namun, menurutnya, status Munarman hingga kini masih belum jelas.

“Maka, dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang pertama kali dituliskan itu adalah bahwa negara ini negara hukum. Saudara kami, Pak Munarman, ini sudah ditahan sejak April, bulan April, lebih dari 4 bulan tanggal 27 April. Jadi sementara kita tidak tahu dan bagaimana statusnya sekarang,” sebutnya.

Baca juga:   Polri: 3 Orang Pembawa Senjata Api Ditangkap pada Aksi 22 Mei

Tak hanya itu, Marwan Batubara juga memprotes penangkapan Munarman. Dirinya menilai penangkapan terhadap Munarman melanggar hukum.

“Jangan sembarang tangkap kalau memang tadi saya sebutkan, Pak Jokowi bilang Pancasila, lalu dari Pancasila itu ada kejelasan tentang ini negara hukum, tapi praktiknya justru sangat biadab gitu, tidak beradab ya, memperlakukan saudara kami itu seolah-olah beliau itu bukan manusia ya,” kata Marwan Batubara.

“Ingat itu, Pak Jokowi, yang lebih berkuasa itu ada, dan itu keyakinan kami. Silakan Anda tidak mau mengoreksi melepaskan Pak Munarman, kami berdoa semoga Allah nanti menjatuhkan hukumnya atau keputusannya yang terakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Sahabat Munarman, Juju Purwanto, mengatakan bahwa segala tuduhan yang ditujukan kepada Munarman adalah fitnah. Dirinya mendesak pemerintah segera membebaskan Munarman dari tahanan.

“Mengutuk keras segala bentuk kriminalisasi dan terorisasi beserta fitnah terhadap sahabat kami, Saudara Munarwan. Mendesak agar kriminalisasi dan terorisasi serta fitnah terhadap Saudara Munarman segera dihentikan dan membebaskan dari tahanan, segera dihentikan dan membebaskan dari tahanan,” ujar Juju Purwanto.

Baca juga:   Anies Disebut Takut FPI, Gerindra Minta PDIP Cermati Keputusan Pemprov DKI Soal Izin DWP

Sebagaimana diketahui, Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Selasa, 27 April 2021. Polri mendalami kaitan Munarman dengan JAD Makassar.

“Itu masih dalam pendalaman dari penyidik Densus,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada awak media di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Mei 2021.

Hal itu disampaikan Argo Yuwono saat ditanya apakah Munarman terkonfirmasi sebagai anggota JAD atau belum. Pertanyaan tersebut terkait penangkapan tiga eks petinggi FPI di Makassar.

Penangkapan ketiga eks petinggi FPI Makassar itu disebut masih terkait Munarman. Pihak kepolisian kini melakukan pendalaman kaitan tiga eks petinggi FPI Makassar dengan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Pendalaman dilakukan setelah salah satu terduga teroris JAD Sulsel dari kelompok kajian Vila Mutiara yang diamankan beberapa waktu lalu mengaku pernah dibaiat oleh FPI. Saat itu, Munarman selaku Sekum FPI turut hadir. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar