PAN Gabung Koalisi Pemerintah, Fadjroel: Tak Ada Pembicaraan Soal Reshuffle

Fadjroel-Rachman
Fadjroel Rachman. (foto: detik/Andhika Prasetia)

harianpijar.com, MAKASSAR – Partai Amanat Nasional (PAN) telah resmi menjadi bagian koalisi pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Meski begitu, disebutkan tidak ada pembicaraan soal reshuffle kabinet.

“Nah tidak ada pembicaraan mengenai reshuffle, tidak ada. Reshuffle itu adalah hak prerogatif Presiden, tapi saya sampai hari ini mengatakan Presiden dan seluruh menteri dalam kabinet Indonesia Maju itu fokus menangani Covid, terutama perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan kesehatan,” ujar Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, di Makassar, Senin, 30 Agustus 2021.

Fadjroel Rachman menambahkan jika ada perombakan kabinet maka akan disampaikan langsung Jokowi.

“Jadi kalau nanti misalnya ada reshuffle atau perombakan kabinet itu yang akan menyampaikan langsung Presiden… Saya hanya akan menyampaikan atau menjelaskan setelah Presiden berbicara kepada publik. Sampai hari ini semuanya bekerja sepenuhnya,” ucapnya.

Baca juga:   Soal FPI, Ali Mochtar Ngabalin Nilai Prabowo Tak Perlu Jadi Mediator

Selain itu, Fadjroel Rachman juga mengucapkan selamat datang kepada PAN yang masuk ke dalam koalisi pemerintah. Dirinya mengungkapkan pada pertemuan Jokowi dengan pimpinan parpol koalisi, termasuk PAN, di Istana Bogor hanya berfokus pada penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena kemarin Presiden menyampaikan semua bagaimana penanganan Covid sehingga bisa diketahui oleh para parpol. Kemudian kedua bicara tentang perkembangan ekonomi nasional yang sudah tumbuh pada kuartal II yakni sebesar 7,7 persen. Ketiga tentang pemindahan ibu kota negara baru karena Presiden akan menyerahkan surat ke DPR,” kata Fadjroel Rachman.

Presiden Jokowi direncanakan akan mengajukan RUU terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke DPR. Rencana pengajuan itu akan disesuaikan dengan program penanganan Covid-19 yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca juga:   Begini Kata PPP Soal Jokowi dan Prabowo Bertemu Bulan Ini

“Sementara untuk pembangunannya langsung di dalam IKN itu belum ada kegiatan, yang ada cuma infrastruktur penunjang. Misalnya kemarin Presiden meresmikan tol dari Balikpapan ke Samarinda yang panjangan sekitar 9 kilometer. Itu tol pertama di Kalimantan. Kemudian juga akan menyelesaikan Jembatan Balang itu dari Balikpapan,” jelas Fadjroel Rachman.

Menurut Fadjroel Rachman, Jokowi akan langsung memberitahukan jika ingin menyerahkan Surat Presiden (Surpres) dan RUU ke pihak legislatif.

“Ini dalam dan nanti akan ditetapkan langsung oleh presiden. Tentunya memberitahukan akan menyerahkan surat Presiden atau surpres. Nah itu yang dijelaskan,” pungkasnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar