Soroti Soal Gas Oksigen, PKS: Kemarin Kirim ke India, Sekarang Ingin Impor?

Mulyanto
Mulyanto. (foto: dok PKS)

harianpijar.com, JAKARTA – Pemerintah menyatakan telah menyiapkan skenario terburuk jika tambahan kasus harian Covid-19 mencapai 40 ribu. Adapun salah satu skenarionya adalah dengan meminta bantuan pihak lain.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyoroti soal ketersediaan oksigen, yang masuk skenario terburuk pemerintah. PKS meminta agar pemerintah tidak cepat membuka keran impor oksigen.

“Kemarin sudah bagus kita mengirim gas oksigen ke India. Masak sekarang kita ingin impor. Padahal bibir kita belum kering benar membahas masalah itu,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, kepada awak media, Selasa, 6 Juli 2021.

Menurut Mulyanto, yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan analisis supply-demand dan mengoptimalkan produk domestik. Dirinya meminta pemerintah memutakhirkan data produksi domestik yang ada di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu meninjau kebijakan alokasi oksigen untuk sektor kesehatan dan sektor industri. Mulyanto menilai jika memang sektor kesehatan masih kurang, maka harus ditingkatkan.

Baca juga:   Terkait Pemindahan Ibu Kota, Mardani PKS: Pemerintah Harus Segera Ajukan 6 Undang-Undang

“Sangat logis kalau di tengah pandemi Covid-19 yang memuncak seperti sekarang ini, kuota gas oksigen untuk sektor kesehatan kita tingkatkan dan prioritaskan. Kita semua akan mendukung opsi kebijakan tersebut,” sebutnya.

Selanjutnya, Mulyanto mengingatkan aspek pengawasan dalam tahap produksi maupun jaringan distribusi juga penting. Pemerintah, melalui aparat pengawasannya, perlu memastikan bahwa tidak ada penimbunan tabung gas oksigen yang menyebabkan kelangkaan tersebut.

“Jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ini sangat kita khawartirkan, dan ini bukanlah sesuatu hal yang mustahil terjadi,” kata Mulyanto.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan telah menyiapkan skenario kasus terburuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Skenario ini diterapkan jika tambahan kasus per hari lebih dari 50 ribu.

Baca juga:   Sesalkan Aksi 1812, Wagub Riza: Kerumunan Sebabkan Penyebaran Virus

“Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasus ini 40 ribu. Jadi kita sudah hitung worst-case scenario, lebih dari 40 ribu. Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung,” ujar Koordinator PPKM Darurat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers virtual, 5 Juli 2021.

Perihal oksigen, pemerintah memang mengirim bantuan 2 ribu tabung oksigen ke India. Ribuan tabung itu merupakan hasil donasi para pelaku usaha di Indonesia.

“India adalah mitra penting kita, termasuk dalam penanganan pandemi COVID-19. Kami mengapresiasi kepedulian serta dukungan sektor industri Indonesia, yang beberapa di antaranya memiliki pangsa pasar ekspor di India, dalam merespons arahan Presiden guna menggalang bantuan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Mei 2021. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar