Otto Hasibuan Yakin AM Hendropriyono Tak Mungkin Lobi Jokowi Soal Jabatan Panglima TNI

Otto-Hasibuan
Otto Hasibuan. (foto: IDN Times/Vanny El Rahman)

harianpijar.com, JAKARTA – Muncul isu liar yang menyebut mantan Kepala BIN AM Hendropriyono melakukan lobi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menantunya, Jenderal Andika Perkasa, bisa menjadi Panglima TNI.

Ketum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan mengatakan isu liar itu bisa dianggap fitnah. Dirinya mengetahui persis integritas sosok AM Hendropriyono.

“Bahwa itu tuduhan terhadap Pak Hendropriyono itu adalah suatu dugaan fitnah terhadap beliau dan saya yakin dia tidak mungkin melakukan hal itu,” ujar Otto Hasibuan saat dihubungi, Sabtu, 3 Juli 2021, seperti dilansir detik.

Menurut Otto Hasibuan, tidak mungkin AM Hendropriyono melakukan hal yang disebut-sebut melobi Jokowi untuk mendorong menantunya menjadi Panglima TNI. Soal penunjukan Panglima TNI, kata dia, merupakan hak prerogatif Presiden.

“Saya tidak ingin melihat ada suatu isu-isu liar seperti ini, apalagi pemilihan suatu Panglima ABRI itu, itu kan sangat penting bagi negara kita ini. Itu poin utamanya sehingga saya ingin bahwa biarkanlah Presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk memilih siapa yang menjadi Panglima,” ucapnya.

Otto Hasibuan menilai AM Hendropriyono adalah sosok yang berintegritas sehingga tidak mungkin melakukan upaya hal yang dianggap tidak benar, yaitu melobi Jokowi. Selain itu, dirinya berpendapat bisa saja isu liar tersebut diembuskan untuk menjegal jenjang karier Andika Perkasa.

“Mengenai soal Pak Hendropriyono disebut-sebut ada isu seperti itu (melobi), itu adalah hal-hal yang sangat tidak mungkinlah. Kita tahu betul bahwa Pak Hendropriyono itu adalah sosok yang berintegritas ya dan tidak mungkinlah di dalam masa kariernya beliau mau merendahkan dirinya untuk melakukan hal seperti itu,” kata Otto Hasibuan.

Baca juga:   Soal Kemungkinan Gabung Jokowi, Zulkifli Hasan: Tunggu Tanggal Mainnya

“Jadi saya pikir kalau ada isu seperti itu, itu adalah isu yang hanya menyudutkan Pak Hendropriyono dan juga ingin menjegal Pak Andika sendiri karena biasanya untuk Panglima sendiri itu nggak perlu lobi-lobi, karena rekam jejaknya itu kan sudah jelas,” tambahnya.

Otto Hasibuan mengungkapkan rekam jejak Andika Perkasa sudah baik, yakni lulusan dari Universitas di Washington dan memiliki gelar Phd. Serta pernah bertugas di Kopassus.

“Pak Andika rekam jejaknya sudah jelas, dia lulusan dari universitas di Washington, memiliki jejak akademis juga sampai Phd, bahkan bapaknya jenderal, sehingga itu tidak diragukan lagi, pernah di Kopassus dan sebagainya,” sebutnya.

Untuk itu, Otto Hasibuan menilai sebaiknya publik tak perlu mempersoalkan isu liar tersebut. Pasalnya, penunjukan Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden.

“Jadi hal-hal seperti ini yang mestinya ya kita biarkan saja Pak Jokowi secara bebas memilihnya begitu loh, jangan kita menyudutkan, mendiskreditkan Pak Hendropriyono ya, itu yang saya tidak setuju. Semua pihak hendaknya bisa dengan tenanglah memberikan kesempatan yang luas kepada Presiden itu memilihnya,” ujar Otto Hasibuan.

“Saya yakin bahwa Pak Hendropriyono tidak melakukan hal tersebut, saya tidak percaya. Menurut saya, itu bisa berpotensi fitnah itu tudingan terhadap Pak Hendro itu, jadi tudingan itu adalah fitnah terhadap Pak Hendro dan itu upaya menjegal karier terhadap Pak Andika,” imbuhnya.

Baca juga:   Nama Ahok Masuk dalam Kandidat Pimpinan Ibu Kota Baru

Selanjutnya, dikatakan Otto Hasibuan, tudingan yang dianggap fitnah itu bisa saja dibawa ke ranah hukum pidana apabila terbukti.

“Kalau cukup bukti-bukti bisa, saya juga melihat kalau terbukti ada fitnah di sana itu bisa dilaporkan secara pidana. Nah tetapi mungkin sementara kita tidak perlu sejauh itu, mari kita biarkan negara ini berjalan dengan baik. Sudah tidak perlu lagi ada trik-trik seperti itu. Saya kira zamannya tidak berlaku lagi. Lagi pula bagaimana… Pak Jokowi kan orang yang tidak bisa dilobi. Dia kan punya pertimbangan sendiri juga ya kan. Terkenal Pak Jokowi kan dia punya integritas juga untuk memilih orang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AM Hendropriyono dituding melobi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menantunya Jenderal Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI. Mantan Kepala BIN itu pun membantah.

AM Hendropriyono memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan di salah satu media massa. Dirinya membantah ada lobi-lobi agar menantunya yang kini menjabat KSAD bisa jadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan. Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah,” ujar AM Hendropriyono dalam keterangannya kepada awak media, Senin, 14 Juni 2021. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar