Susu Mengandung Zinc Dukung Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Harian Anak

susu-mengandung-zinc

harianpijar.com – Kesehatan anak dalam masa tumbuh kembang perlu didukung dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian untuk tubuhnya. Salah satu nutrisi yang berperan besar adalah Zinc. Selain dari makanan, sumber lain yang dapat memberikan asupan Zinc pada anak adalah susu pertumbuhan. Produk susu mengandung Zinc dengan takaran yang terukur dan tepat dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi hariannya.

Apa itu Zinc?

Zat mineral Zinc berperan penting dalam sebagian besar proses metabolisme tubuh, terutama di bagian otak yang mengatur pembelajaran dan ingatan. Bayi dan anak-anak memerlukan Zinc untuk menjaga pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Dengan metabolisme yang baik, idealnya tubuh dapat menyerap nutrisi yang masuk ke dalam pencernaan dan membangun tubuh menjadi lebih tinggi dan kuat.

Ini mengapa kemudian asupan Zinc setiap hari perlu dipenuhi, Zinc mendorong pertumbuhan dan perbaikan sel, membantu perkembangan otak, dan menjaga agar sistem saraf pusat bekerja dengan baik. Zinc juga membantu anak-anak (dan orang dewasa) tetap sehat dengan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus dan bakteri.

Kebutuhan harian Zinc

Kisaran Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk Zinc berbeda-beda sesuai usia dan kondisi tubuh setiap orang. Panduan kebutuhan normal harian Zinc anak-anak dan bayi adalah sebagai berikut:

– Usia 0 hingga 6 bulan: 2 mg per hari – maksimal 4 mg per hari.
– Usia 7 hingga 12 bulan: 3 mg per hari – maksimal 5 mg per hari.
– Usia 1 hingga 3 tahun: 3 mg per hari – maksimal 7 mg per hari.
– Usia 4 hingga 8 tahun: 5 mg per hari – maksimal 12 mg per hari.
– Usia 9 hingga 13 tahun: 8 mg per hari – maksimal 23 mg per hari.
– Laki-laki, usia 14 hingga 18 tahun: 11 mg per hari – maksimal 34 mg per hari.
– Perempuan, usia 14 hingga 18 tahun: 9 mg per hari – maksimal 34 mg per hari.

Makanan mengandung Zinc

Hampir setiap makanan, baik buah, sayuran hingga daging dan produk susu, memiliki nutrisi baik untuk tumbuh kembangnya. Namun demikian khusus untuk mendapatkan manfaat Zinc, anak dapat diberikan beberapa pilihan makanan berikut ini:

– Daging merah
– Daging ayam
– Hati
– Tiram
– Lobster
– Kepiting
– Ikan Kering
– Keju
– Oatmeal
– Kacang mete
– Produk olahan susu

Beberapa pilihan makanan di atas juga harus diolah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan cerna anak. Tujuannya sederhana, agar penyerapan dan pencernaan makanan bisa berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat penuh untuk anak sehingga ia tumbuh sehat dan kuat. Namun, penyerapan Zinc akan terhambat bila dikonsumsi bersama dengan makanan yang mengandung fitat, seperti beras, terigu, gandum, kacang kedelai dan tumbuhan polong.

Jangan lupa, kreasikan bahan makanan di atas dengan kreatif, agar anak tetap antusias dan memiliki nafsu makan yang tinggi.

Sumber lain yang dapat memenuhi kebutuhan Zinc pada anak adalah susu pertumbuhan. Produk susu mengandung Zinc dengan takaran yang terukur dan tepat dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi hariannya.

Dengan konsumsi yang rutin, kebutuhan nutrisi harian anak dapat dipenuhi dengan baik. Kombinasi makanan dan minuman kaya nutrisi dengan tambahan susu mengandung Zinc merupakan menu ideal untuk mendukung anak tumbuh sehat, tinggi dan pintar.

Diagnosis anak kekurangan Zinc

Mendiagnosis anak yang kekurangan Zinc termasuk sulit. Sebab, Zinc merupakan mineral yang berjumlah sedikit di sel-sel tubuh.

Cara mendeteksi kecukupan kebutuhan normal Zinc harian anak bisa dilihat dari riwayat kesehatan anak maupun keluarganya, mencatat asupan makanan sehari-hari, dan melakukan serangkaian tes, termasuk tes darah dan tes urine. Langkah ini akan mempermudah kerja dokter untuk mendiagnosis defisiensi Zinc pada anak.

Setelah hasil tes keluar dan dokter berhasil mendiagnosis kondisi kekurangan Zinc beserta penyebabnya, kemudian dokter akan memberi penanganan yang tepat sesuai kondisi anak.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA