Bandingkan Nasib Pegawai KPK dengan Koruptor, Novel Baswedan Bilang Begini

Novel-Baswedan
Novel Baswedan. (foto: dok. KPK via CNN Indonesia)

harianpijar.com, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai pembinaan kembali sebagian pegawai yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) merupakan bentuk penghinaan. Pasalnya, kata dia, mereka yang akan dibina itu seolah lebih buruk dari para koruptor.

“Jadi begini, kan dikatakan bahwa katanya 75 (pegawai KPK yang gagal TWK) ini dibagi dua, ada yang 51 yang tidak bisa dibina kembali, ada yang 24 yang akan dibina. Kami berpandangan bahwa kabar tentang itu hanya upaya men-delay atau justru bisa jadi menghina,” ujar Novel Baswedan di Kantor Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Salemba, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Mei 2021, seperti dilansir dari detik.

“Kenapa saya katakan, karena yang pertama Anda bisa bayangkan kalau ada orang yang tidak bisa dibina, koruptor itu masuk ke lembaga permasyarakatan itu dibina, artinya bisa dibina. Artinya dibuat seolah-olah kami orang yang lebih buruk dari itu tidak bisa dibina lagi, kan luar biasa,” tambahnya.

Baca juga:   Soal Hak Angket KPK, Said Aqil: Itu Urusan DPR Saya Nggak Ikut Campur

Novel Baswedan khawatir pembinaan terhadap 24 pegawai KPK yang gagal TWK itu sekadar janji. Menurutnya, dasar hukum pada proses TWK tidak jelas dan bermasalah.

“Artinya kami khawatir atau meyakini ini adalah hal yang hanya memberikan janji terlebih dari segala proses yang sebelumnya kami sudah melihat, proses TWK ini kan dasar hukumnya nggak jelas, bermasalah secara substansi dan formalnya,” kata Novel Baswedan.

“Dan kedua kami pada posisi tidak percaya dengan proses TWK yang ada. Karena apa, kita melihat dalam peraturan yang menjadi dasar itu bukan TWK tapi asesmen TWK itu pemetaan. Hal-hal itu kemudian kami laporkan ke ombudsman dan Komnas HAM nanti kita lihat karena proses sedang berjalan,” imbuhnya.

Baca juga:   Nilai KPK Zalim, Adik Imam Nahrawi: Saya Usul Presiden Pakai Hukum Rimba Saja

Selain itu, Novel Baswedan juga membantah jika 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK disebut tidak mau dibina. Dirinya lalu mempertanyakan dasar dari pembinaan tersebut.

“Tapi konteksnya tidak dimaknai bahwa kami bukan orang yang tidak mau dibina, sekarang masalahnya dibina karena apa, karena label, stigma terus dibina,” ujar Novel Baswedan.

“Jadi saya kira ini kebalik udah diberikan stigma dituduh terus kemudian mau dibina kan lucu. Menurut saya, saya melihatnya proses-prosesnya yang malah justru bermasalah,” tukasnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar