51 Pegawai Gagal TWK Tak Bisa Lagi Gabung KPK

Bima-Haria-Wibisana-dan-Alexander-Marwata
Kepala BKN Bima Haria Wibisana dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (foto: detik/Luqman)

harianpijar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa 24 dari 75 pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TKW) masih dimungkinkan untuk mengikuti pembinaan. Sedangkan untuk 51 orang sisanya dipastikan tidak bisa bergabung lagi dengan KPK.

Pengumuman itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, pada Selasa, 25 Mei 2021. Meski demikian, Alexander Marwata tidak mengungkapkan nama-nama pegawai KPK baik yang masih bisa mengikuti pembinaan ataupun mereka yang bakal diberhentikan.

“Jadi untuk nama-nama untuk sementara tidak kami sebutkan dulu. Baik yang masih 24 orang yang masih bisa dilakukan pembinaan maupun yang 51 orang yang dinyatakan oleh asesor tidak bisa dilakukan untuk pembinaan,” ujar Alexander Marwata.

Baca juga:   OTT Kasi III Intel Kejati Bengkulu, Jamwas: Kami Menghormati Penindakan KPK

Alexander Marwata menjelaskan status 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak bisa dibina itu berakhir pada 1 November mendatang. Selama itu, mereka akan tetap bekerja seperti biasa dengan pengawasan yang diperketat.

“Karena status pegawainya 1 November tadi sudah disampaikan termasuk yang tidak memenuhi syarat mereka tetap menjadi pegawai KPK, bagaimana mereka apakah tetap ke kantor? Ya namanya pegawai tetap kantor tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan setiap hari dia harus melaporkan kepada atasan langsungnya, itu saja,” kata Alexander Marwata.

Baca juga:   Tak Ingin Terbitkan Perppu KPK, ICW Nilai Jokowi Punya Standar Ganda

“Jadi aspek pengawasannya yang diperketat jadi pegawai tetap masuk kantor bekerja seperti biasa tetapi dalam pelaksanaan tugas harian, dia harus menyampaikan atasan langsungnya,” tambahnya.

Alexander Marwata mengungkapkan alasan 51 orang pegawai KPK yang tak tidak lolos TWK tak bisa mengikuti pembinaan karena memiliki rapor merah. Sedangkan 24 pegawai KPK lain masih mungkin mengikuti pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN.

“Sedangkan yang 51 orang, ini kembali lagi dari asesor itu sudah warnanya dia bilang udah ‘merah’, dan dia tidak memungkinkan untuk dilakukan pembinaan,” pungkasnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar