Amien Rais Ingatkan Jokowi Jangan Sampai Berakhir Kurang Elegan, Begini Respons Ngabalin

Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: kompas/Fabian Januarius Kuwado)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais memberi pesan peringatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak mengakhiri periode kepemimpinannya dengan kurang elegan. Merespons hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut di mata Amien Rais, semua tentang Jokowi dianggap tidak baik.

“Ya kalau pandangan Pak Amien itu apa yang baik dari Pak Jokowi, semuanya tidak baik. Semua tidak ada yang elegan, semua tidak elegan di mata Pak Amien kan begitu. Tidak ada yang baik di mata Pak Amien itu, dari seorang Jokowi. Saya tidak tahu sampai di mana ketidakpuasan Pak Amien itu di mana, saya tidak tahu,” ujar Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Jumat, 21 Mei 2021.

Ali Mochtar Ngabalin sejatinya tak mempersoalkan kritik Amien Rais yang ditujukan kepada Jokowi. Namun, jika memang ada kata-kata yang dianggap tidak sesuai, dirinya menyerahkan semuanya kepada publik untuk menilai.

“Tetapi kalau ada beberapa diksi yang dipakai oleh Pak Amien terkait kegentingan negara, membandingkan dengan periode-periode lalu kemudian soal nepotisme atau juga termasuk dengan ada para oligarki yang sontoloyo itu katanya, kalau itu kan biarlah publik yang menilai apakah pernyataan itu tepat keluar dari pernyataan Pak Amien Rais atau tidak. Kita serahkan kepada kepada publik,” ucapnya.

Ali Mochtar Ngabalin juga menyindir Amien Rais yang membandingkan kondisi saat ini lebih genting dibandingkan era reformasi. Dirinya meminta Amien Rais tak berprasangka buruk.

Baca juga:   7 Menteri Dapat Sentimen Negatif Versi INDEF, PAN: Saatnya Presiden Mengevaluasi

“Lebih gawat karena Pak Amien tidak ada kekuasaan lagi, itu lebih gawat. Jadi kalau saya selalu menggunakan prejudice itu artinya jangan mengungkapkan sangkaan-sangkaan jelek. Sebagian dari prasangka itu berdoa karena Firman Allah SWT, Pak Amien tahu itu,” sebutnya.

Terkait sorotan terhadap anak dan menantu Jokowi yang menjadi wali kota, Ali Mochtar Ngabalin menilai Amien Rais tidak bijak. Menurutnya, semua orang mempunyai hak untuk mencalonkan diri di alam demokrasi.

“Jadi kalau Pak Amien menyebutkan terkait dengan anak dan menantu Pak Presiden dalam alam demokrasi ini kemudian harus menjadi sorotan Pak Amien, saya kira tidak terlalu arif itu. Karena semua orang punya hak orang politik dalam demokrasi, lagian anak dan menantu yang maju calon wali kota dan sekarang menjadi wali kota, adakah indikasi intervensi kekuasaan, adakah intervensi kekuasaan yang ikut mendorong itu harus dibuktikan supaya tidak terjadi tuduhan balik kepada Amien Rais sebagai menyebarkan fitnah, karena tidak bagus bagi ruang publik,” kata Ali Mochtar Ngabalin.

Sebelumnya, peringatan Amien Rais kepada Jokowi agar tidak mengakhiri periode kepemimpinannya dengan kurang elegan itu disampaikan dalam acara ‘Merawat Reformasi’ yang ditayangkan di akun YouTube Amien Rais seperti dilihat, Jumat, 21 Mei 2021.

Amien Rais awalnya berbicara mengenai proses reformasi 23 tahun lalu. Dirinya lalu membandingkan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, kondisi sekarang jauh lebih genting.

Baca juga:   Terkait Kondisi di Papua, Istana Berharap AS Dukung Indonesia

“Korupsi, kolusi, nepotisme yang sekarang ini menurut saya lebih gawat lagi. Korupsinya juga masih luar biasa, malah KPK dipreteli kemampuannya. Kemudian kolusi juga penguasa-penguasa itu sudah menjadi sangat kuat, bahkan pengusahanya itu mendikte penguasa. Bisnis mendikte politik. Nepotismenya juga nggak ketulungan. Anak Pak Jokowi jadi wali kota, tanpa ada resistensi, kemudian yang menantunya juga, luar biasa,” ujar Amien Rais.

Amien Rais menilai kedaulatan politik dan ekonomi sekarang ini sudah tidak jelas. Menurutnya, saat ini ada semacam fenomena di mana kekuasaan politik dikendalikan oligarki ekonomi.

“Jadi sekarang saya enggak berlebihan kalau mengatakan bahwa kekuasaan politik itu sudah dipegang, digenggam oleh kekuatan bisnis dan kemudian politik menurut kemauan para businessman itu. Para oligarki yang sontoloyo itu,” ucapnya.

Barulah Amien Rais menyampaikan pesan peringatan kepada Jokowi. Dirinya berpesan kepada Jokowi agar mengakhiri periode kepemimpinannya dengan baik.

“Jadi ini pesan saya kepada Pak Jokowi, mohon masih 3 tahun lagi, panjenengan, dipikir lebih dalam lagi gitu, karena kita melihat Pak Harto 32 tahun, akhirnya juga kemudian lengser, kemudian kan kita sebagai manusia kasihan. Bung Karno apalagi, pemimpin besar revolusi 9 tahun berkuasa kemudian juga kita tahu akhirnya seperti itu. Kemudian jangan sampai kemudian Pak Jokowi berakhir kurang elegan lah,” tukas Amien Rais. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar