TP3 Soal 1 Polisi Penembak Laskar FPI Tewas Kecelakaan: Harus Disampaikan secara Komprehensif

Muhyiddin-Junaidi
Muhyiddin Junaidi. (foto: detik/Tiara Aliya Azzahra)

harianpijar.com, JAKARTA – Salah satu polisi yang diduga penembak laskar FPI dalam insiden Km 50 tewas karena kecelakaan. Terkait hal itu, Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI meminta Polri menyampaikannya ke publik secara komprehensif.

“Kami baru tahu dari media. Jika memang itu benar dan faktual, harus disampaikan ke publik secara komprehensif bebas dari rekayasa guna meyakinkan semua pihak,” ujar salah seorang anggota TP3, Muhyiddin Junaidi, melalui pesan singkat, Kamis, 25 Maret 2021.

Meski begitu, dikatakan Muhyiddin Junaidi, TP3 menuntut para pelaku penembakan laskar FPI diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Pihaknya juga meminta penanganan kasus tersebut dilakukan secara transparan.

“Walau demikian TP3 menuntut agar para pelakunya diadili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Pengadilan secara transparan, bebas, adil dan terbuka untuk umum bagian yang tak terpisahkan dari penegakan hukum yang dijamin UUD,” kata Muhyiddin Junaidi yang juga ikut perwakilan TP3 saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini di Istana.

Baca juga:   Polri Soal #PercumaLaporPolisi dan #PolriSesuaiProsedur: Tak Ada Perang Hashtag

Sebelumnya, kabar terkait meninggalnya salah satu polisi penembak laskar FPI itu disampaikan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

“Informasi yang saya terima saat gelar (perkara) salah satu terduga pelaku meninggal dunia,” ungkap Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Agus Andrianto mengatakan polisi tersebut meninggal karena kecelakaan. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara rinci penyebab kecelakaannya.

“Karena kecelakaan. Silakan dikonfirmasi kepada penyidik atau Polda Metro Jaya ya,” tuturnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono juga membenarkan bahwa ada salah satu terlapor yang meninggal dunia karena kecelakaan.

“Ya betul, ada yang meninggal,” kata Argo Yuwono saat dihubungi terpisah.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menyatakan telah menyelidiki dugaan pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap 4 anggota laskar FPI. Dalam perkara ini ada 3 polisi yang berstatus terlapor.

Baca juga:   Kabid Humas Polda Metro Jaya: Besok, Firza Husein Kembali Diperiksa Sebagai Tersangka

“LP kan sudah dibuat, tentu jaksa menunggu. Kita lakukan penyelidikan dulu untuk temukan bukti permulaan. Kan permulaan dulu baru bisa ditentukan naik sidik (penyidikan),” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu, 3 Maret 2021.

Dalam peristiwa pada 7 Desember 2020 itu, ada 6 anggota laskar FPI yang tewas. Andi Rian Djajadi menjelaskan dugaan unlawful killing ini bukan terhadap semua laskar FPI yang tewas dalam insiden Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, melainkan kepada 4 anggota laskar yang sempat diamankan di dalam mobil polisi.

Keempat anggota laskar FPI itu akhirnya tewas di dalam mobil karena mencoba melawan petugas. Penyelidikan terhadap tewasnya 4 laskar FPI itu mengarah ke 3 anggota Polda Metro Jaya yang diduga melakukan unlawful killing.

“Kalau di unlawful killing itu artinya adalah anggota Polri yang membawa empat orang,” kata Andi Rian Djajadi. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar