Soal Aset Partai, Demokrat Sebut Kubu Moeldoko Sebar Fitnah dan Hoax

AHY
. (foto: dok. Istimewa)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat menanggapi pernyataan juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, yang mengaku mendapat informasi bahwa ada banyak aset partai yang kepemilikannya atas nama pribadi. Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut Muhammad Rahmad sok tahu.

“Sok tahu Pak Rahmad, itu jawaban saya. Sudah 9 tahun nggak aktif, dia nggak tahu banyak perkembangan,” ujar Andi Arief kepada awak media, Minggu, 21 Maret 2021.

Di tempat terpisah, Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan kubu Moeldoko memang kerap mengumbar fitnah. Dirinya lalu menyindir balik kubu Moeldoko.

“Mantan kader kami yang tergabung dalam GPK (gerakan pengambilalihan kepemimpinan) PD, kerjanya mengumbar fitnah dan hoax saja. Setelah gagal melakukan kudeta dan gagal mengadakan KLB yang sah, kini makin konsisten menyebar fitnah dan hoax,” kata Herzaky Mahendra Putra.

Baca juga:   Demokrat Ingin Merapat ke Jokowi, Golkar: Akan Dibahas dalam Koalisi

“Apa tidak malu, ya, sudah jadi politisi senior, tapi tidak menunjukkan perilaku berpolitik yang mengedepankan adab, etika, dan kepatutan? Apa yang mau ditinggalkan dan diwariskan untuk generasi mendatang? Kini, menebar fitnah lagi terkait urusan aset Partai Demokrat,” tambahnya.

Herzaky Mahendra Putra menyatakan Partai Demokrat merasa bersyukur kader era tahun 2010 tidak lagi bersama mereka. Namun, Partai Demokrat merasa terhina karena mereka mengumbar fitnah dengan menggunakan atribut partai.

“Kami bersyukur, mereka, mantan kader sisa-sisa masa feodal yang menghancurkan partai kami di era 2010an, kini sudah tidak bersama kami lagi. Hanya, kami sebagai kader Demokrat, merasa sangat terhina dengan kelakuan mereka, apalagi mereka melakukannya masih mengenakan atau membawa-bawa atribut Partai Demokrat,” sebutnya.

Baca juga:   Max Sopacua Pastikan Moeldoko Tetap Dipihaknya hingga Akhir

Menurut Herzaky Mahendra Putra, perilaku kubu Moeldoko tidak pantas dalam sebuah percaturan politik. Dirinya merasa yakin masyarakat juga memiliki pandangan yang sama.

“Publik juga tahu, ini perbuatan yang sangat tidak etis dan tidak patut dari mantan kader ataupun kader gadungan,” tukas Herzaky Mahendra Putra.

Sebelumnya, kubu Moeldoko mengaku mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah aset Partai Demokrat yang kepemilikannya atas nama pribadi. Adapun salah satu aset yang dimaksud adalah kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar