Daftar Komponen Cadangan Bisa di Koramil-Koramil Setempat

Dadang-Hendrayudha
Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha. (foto: dok. Kemhan)

harianpijar.com, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mulai melakukan sosialisasi program Komponen Cadangan (Komcad) untuk memperkuat pertahanan negara. Lantas, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan bagi yang berminat?

Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha menjelaskan bahwa masyarakat diperbolehkan untuk mendaftar menjadi Komcad di Koramil-Koramil setempat. Komcad dikelompokkan menjadi komcad matra darat, matra laut, dan matra udara.

Untuk lolos seleksi, calon Komcad di antaranya harus sehat jasmani dan rohani dan tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri. Setelah dinyatakan lulus dalam seleksi, calon Komcad wajib mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama tiga bulan.

Selama mengikuti pelatihan dasar kemiliteran calon Komcad berhak memperoleh uang saku, perlengkapan perorangan lapangan, perawatan kesehatan, serta perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Selesai dilatih mereka akan kembali ke profesi masing-masing,” ujar Dadang Hendrayudha dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Maret 2021.

Selanjutnya, untuk calon Komcad yang berasal dari Aparatur Sipil Negara atau pekerja/buruh serta mahasiswa tak akan kehilangan hak ketenagakerjaan, pekerjaan, hak akademis, serta status sebagai peserta didik.

Baca juga:   Jubir Menhan: Tak Benar Industri Pertahanan Kita Diberikan ke Asing, Kemhan yang Kendalikan

“Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka ada program kampus merdeka. Mahasiswa bisa menggunakan satu semester untuk mengambil mata kuliah di program studi lain, maupun untuk ikut komponen cadangan,” terang Dadang Hendrayudha.

Adapun program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18-35 tahun yang ingin secara sukarela menjadi tentara cadangan.

Keberadaan Komcad juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021 sebagai peraturan pelaksanaannya.

“Kita harus menyiapkan segala sesuatunya [untuk pertahanan negara] mulai dari SDM dan SDA sehingga sewaktu-waktu diperlukan kita sudah siap,” kata Dadang Hendrayudha.

Selain itu, dikatakan Dadang Hendrayudha, sudah saatnya Indonesia memiliki tentara cadangan seperti negara tetangga lain di kawasan, seperti Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

“Indonesia memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta dan jumlah tentara aktif 438 juta, tetapi tidak punya tentara cadangan. Sementara negara lainnya sudah punya,” pungkasnya.

Baca juga:   Jokowi Teken Aturan Masyarakat Harus Siap Perang, Kemhan Akan Rekrut 25 Ribu Orang untuk Komcad

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar Jakius Sinyor mengatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk mewujudkan program ini.

“Tentu kami setuju dan akan mendukung. Kami akan koordinasi juga dengan Kapendam tentang bagaimana membina masyarakat untuk membela negara,” sebutnya.

Sedangkan perwakilan dunia usaha, Direktur Teknik dan Pemasaran Perusda Aneka Usaha Provinsi Kalbar Wahyu Cundrik Pamungkas berharap dengan mengikuti Komcad, semangat pekerja untuk berkarya nantinya bisa menjadi lebih tinggi.

“Dengan adanya pendidikan bela negara, mereka akan menjadi lebih produktif dan kreatif. Bela negara tidak harus berperang juga, tetapi juga bisa dengan meningkatan produktivitas dan kreativitas,” ujarnya.

Usai melakukan sosialisasi di Makodam XII Tanjungpura yang terletak di Pontianak, pada Rabu, 10 Maret 2021 lalu, Kemhan juga menggelar sosialisasi secara serentak di beberapa daerah lainnya, yakni Palembang, Balikpapan, dan Jayapura dengan turut mengundang pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan dunia usaha. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar