Tanggapi Kubu KLB yang Sindir AD/ART 2020, Demokrat Singgung Soal Politikus Tipe Pelakor

Herzaky-Mahendra-Putra
Herzaky Mahendra Putra. (foto: detik/Azhar)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demkorat menanggapi pernyataan Panitia OC KLB Partai Demokrat Ilal Ferhard yang menyindir soal kuasa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam AD/ART tahun 2020. Partai Demokrat menyinggung tentang politikus tipe pelakor.

“Kalau politikus tipe pelakor, memang senangnya datang di saat sedang sukses atau sedang naik. Tidak mau bersusah payah di saat sedang sulit. Semoga mantan-mantan kader kami tidak ada yang jadi politikus tipe pelakor,” ujar Kepala Bakomstra Partai Demkorat Herzaky Mahendra Putra kepada awak media, Sabtu (13/3/2021).

Herzaky Mahendra Putra lalu menyindir mantan kader yang sudah sempat bergabung partai lain saat Partai Demokrat tengah membutuhkan dukungan di masa Pileg 2019. Dirinya meminta para mantan kader tidak berbohong mengaku cinta pada Partai Demokrat.

“Buat mantan-mantan kader, termasuk yang sudah nyaleg di partai lain ketika Demokrat sedang butuh banget setiap bantuan di Pileg 2019 lalu, janganlah berbohong dengan mengatakan cinta pada Partai Demokrat. Kalau memang cinta, bukan hanya mendekat di saat baik, di saat enak, tapi juga tetap setia di saat sulit dan berat,” sebutnya.

Baca juga:   Pastikan Profesional, Yasonna Pesan ke SBY-AHY untuk Tak Tuding Pemerintah Soal KLB Demokrat

Lebih lanjut, Herzaky Mahendra Putra mengimbau para pelaku kudeta melalui melalui KLB atau GPK-PD tidak sibuk mengenang masa lalu. Dirinya menyebut pihaknya kini tengah berupaya maju ke depan untuk membesarkan Partai Demokrat.

“Pelaku GPK-PD ini makin hari makin kelihatan belangnya. Partai Demokrat kalau mau besar itu, menatap ke depan. Bukan sibuk mengenang masa lalu. Kalau mau mengenang masa lalu, buat reunian saja,” kata Herzaky Mahendra Putra.

“Kami saat ini sedang giat-giatnya membesarkan Partai Demokrat, berkoalisi dengan rakyat. Membantu rakyat yang terdampak pandemi maupun resesi ekonomi. Survei sedang naik-naiknya. Pilkada menang banyak, kader banyak yang terpilih, bahkan terbanyak dalam lima tahun terakhir,” imbuhnya.

Herzaky Mahendra Putra mengatakan politisi seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda. Dirinya mengimbau semua pihak tidak mengumbar berita bohong.

“Politisi seharusnya memberikan contoh yang baik bagi generasi muda. Janganlah senang mengumbar fitnah maupun berita bohong. Bisa suram masa depan nasib bangsa ini kalau dipenuhi politisi tipe pelakor dan senangnya mengumbar fitnah dan berita bohong. Lebih baik fokuskan energi untuk membantu rakyat yang sedang susah,” ujar Herzaky Mahendra Putra.

Baca juga:   Tanggapi Mantan Staf KSP, Demokrat: Hanya Lakukan Pembenaran Bukan Kebenaran

Sebelumnya, Panitia OC KLB Partai Demokrat Ilal Ferhard menyoroti kuasa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam AD/ART tahun 2020.

Menurut Ilal Ferhard, salah satu masalah dalam AD/ART tahun 2020 adalah terkait kekuasaan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Dirinya lantas memberikan sindiran.

“Kongres cuma pilih Ketum. Tapi yang lebih berkuasa adalah Ketua Majelis Tinggi. Kekuasaan tertinggi di PD itu sebagai partai yang menganut demokrasi apakah Kongres atau Ketua Majelis Tinggi?” ujar Ilal Ferhard kepada awak media, Sabtu, 13 Maret 2021.

“Majelis Tinggi cuma punya 9 suara. Para ketua DPD 68 suara (2×34). Para ketua DPC 514 suara (1×514). Kok KLB harus dengan persetujuan Ketua Majelis Tinggi?” tambahnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar