Tanggapi Darmizal, Demokrat: Mantan Kader Jangan Baper, Ini Bukan Sinetron Korea

Herzaky-Mahendra-Putra
Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

harianpijar.com, JAKARTA – Salah seorang penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Darmizal, menangis lantaran menyesal pernah menjadi tim untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum. Partai Demokrat menyebut mantan kader tak usah terbawa perasaan alias baper.

“Mantan kader jangan baper. Bukan sinetron korea ini. Jangan buat drama. Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini,” ujar Kepala Bamkostra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Rabu, 10 Maret 2021.

Herzaky Mahendra Putra lalu menyindir balik Darmizal yang malah beralih menjadi relawan Jokowi saat elektoral Partai Demokrat lagi jatuh pada Pileg 2019.

“Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei PD lagi jatuh-jatuhnya, sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi relawan Jokowi,” kata Herzaky Mahendra Putra.

“Begini sikap seorang kader setia dan militan? Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan ketua umum dalam KLB dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara,” tambahnya.

Baca juga:   Demokrat Minta Presiden Jokowi Tidak Alergi dengan Kritikan SBY

Herzaky Mahendra Putra meragukan adanya kader yang bercerita kepada Darmizal. Sebab, menurutnya, Darmizal sudah lama tidak aktif di partai.

“Mana mungkin teman-teman pemilik suara curhat ke Darmizal? Dari dulu juga Darmizal bukan siapa-siapa di Partai Demokrat. Apalagi ngaku-ngaku berjasa dorong Pak SBY jadi Ketum Demokrat. Kader-kader senior yang tahu tindak-tanduk Darmizal di zaman dulu, hanya bisa geleng-geleng dan mengelus dada aja dengar bualan Darmizal. Sekarang saja, hanya karena dekat dengan oknum kekuasaan, seakan-akan seperti orang yang peduli Partai Demokrat,” sebutnya.

Lebih lanjut, Herzaky Mahendra Putra menegaskan DPP Partai Demokrat tidak pernah membuat aturan setoran bagi DPD-DPC. Menurutnya, justru Ketum Agus Harimurto Yudhoyono (AHY) membangkitkan semangat kader.

“Jangan mengada-ada. DPP di bawah AHY tidak pernah mengeluarkan aturan setoran DPD-DPC. Itulah nyanyian sumbang mantan kader yang sudah dipecat. Yang ada itu, Ketum AHY mengembangkan semangat solidaritas sosial, agar para kader di berbagai tingkatan secara swadaya membantu masyarakat terdampak pandemi dan bencana di sekeliling mereka,” ujar Herzaky Mahendra Putra.

Baca juga:   Megawati-Prabowo Bertemu, Demokrat: Kami Sama Sekali Tak Khawatir

“Kader-kader setia dan militan sangat bersemangat dengan gaya kepemimpinan AHY ini di Partai Demokrat. Memberikan kebanggaan dan gairah baru bagi organisasi. Menekankan kalau Demokrat berkoalisi dengan rakyat itu nyata,” pungkasnya.

Sebelumnya, Darmizal sambil menangis dirinya mengaku menyesal. Penyesalannya itu lantaran pernah menjadi tim untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Saya sangat menyesal pernah menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih pada kongres 2015 di Surabaya,” ujar Darmizal di Jakarta Selatan, Selasa, 9 Maret 2021.

Darmizal juga mengaku tidak mengetahui ada peraturan organisasi yang memberatkan mereka. Dirinya lalu mengaku malu.

“Sungguh saya nggak tahu akan ada PO yang memberatkan kalian, menyetor setiap bulan. Malu saya, saya malu,” kata Darmizal. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar