Ngabalin ke Andi Mallarangeng: Jangan Kaitkan Jokowi dalam Urusan Internal Demokrat

Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: detik/Moehammad Bakrie)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng khawatir Kepala KSP Moeldoko mendapat izin Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait acara yang diklaim sebagai KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara.

Menanggapi hal itu, Tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan Andi Mallarangeng agar tidak menyeret nama Jokowi dalam urusan internal Partai Demokrat.

“Kan dari awal sudah saya bilang jangan pernah bermimpi dan menyeret-nyeret Jokowi dalam urusan remeh temeh seperti ini. Kalau Anda ngerti tentang politik, maka dari awal itu konsolidasi internalnya dari awal harus mantap,” ujar Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Minggu, 7 Maret 2021.

Ali Mochtar Ngabalin menegaskan acara yang diklaim KLB Partai Demokrat itu urusan internal partai. Dirinya heran Andi Mallarangeng masih mengaitkan Jokowi dalam urusan Partai Demokrat.

“Jangan dikait-kaitkan dengan pemerintah, dengan negara, dengan Jokowi, dengan Istana. Sudah, tutuplah pikiran-pikiran yang hambar, pikiran-pikiran yang panik, pikiran yang mengait-ngaitkan orang lain. Dari awal saya bilang,” kata Ali Mochtar Ngabalin.

“Jadi kalau orang ada buat KLB masa pemerintah harus turun tangan mengurus masalah internal. Ya internal orang-orang partai, orang-orang internal. Kenapa mesti dikait-kaitkan Presiden Joko Widodo, menyeret-nyeret,” sambungnya.

Baca juga:   Muhaimin Iskandar: PKB Inginkan Prabowo dan Jokowi Bertemu

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, Partai Demokrat seharusnya bisa menekan gerakan KLB ini ketika mendapat informasi awal. Dirinya menyebut Andi Mallarangeng seharusnya mengerti dengan dunia perpolitikan.

“Jangan sampai nanti orang tertawa dan terbahak-bahak lagi dengan statement-mu itu,” sebutnya.

Selain itu, Ali Mochtar Ngabalin juga memprotes Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyinggung jabatan KSP ketika menyebut nama Moeldoko. Padahal, kata dia, Moeldoko tak pernah melibatkan KSP dalam urusan terkait Partai Demokrat.

“Tidak pernah tuh ajak-ajak kita omong. Urusan Demokrat tidak pernah tuh ajak kita-kita ini omong,” ujar Ali Mochtar Ngabalin.

“Nah, kalau begitu kenapa diseret-seret ke Istana, ke Bina Graha, sampai SBY setiap menyebutkan Moeldoko dengan KSP Moeldoko, KSP Moeldoko, apaan itu! Urusan apa itu! Lucu itu loh!” tambahnya.

Sebelumnya, Andi Mallarangeng yakin Moeldoko izin kepada Presiden Jokowi untuk menjadi Ketum Partai Demokrat melalui KLB. Hal itu disampaikan Andi Mallarangeng dalam acara diskusi Polemik yang bertajuk ‘Nanti Kita Cerita tentang Demokrat Hari Ini’ melalui YouTube MNC Trijaya, Sabtu, 6 Maret 2021.

Baca juga:   PKB Gelar Muktamar di Bali, Jokowi ke Wayan Koster: Hati-Hati Pak Gub

“Bagi saya, masa sih orang macam dalam lingkaran dalam Presiden, tiap hari ketemu Presiden, kira-kira mau jadi ketum partai, kira-kira omong dulu nggak? Masa kita nggak minta izin sih, masa nggak ngomong sih,” kata Andi Mallarangeng.

Andi Mallarangeng khawatir Jokowi benar membiarkan Moeldoko melakukan manuver politik hingga ditunjuk menjadi Ketum Partai Demokrat versi KLB Sumut. Dirinya menunggu sikap dan respons Jokowi atas munculnya sosok Moeldoko dalam KLB Sumut.

“Dan kalau betul itu dilakukan dan kemudian tidak ada (pencegahan), dan dibiarkan, saya khawatir ini memang pemerintahan Jokowi membiarkan kejadian-kejadian semacam ini, membiarkan terjadinya intervensi dari orang yang sedang berkuasa. Jabatan Pak Moeldoko itu Kepala Staf Presiden, itu jabatan politik. Lalu melakukan gerakan-gerakan politik,” tukasnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar