Bahas 6 laskar FPI, Amien Rais Imbau Jokowi Buka Pintu Istana untuk TP3

Amien-Rais
Amien Rais. (foto: detik/Pradito Rida Pertana)

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 laskar FPI, Amien Rais, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka dialog dengan pihaknya guna membahas tewasnya laskar FPI di peristiwa Km 50. Politikus senior itu berharap Jokowi membuka pintu Istana untuk TP3.

Amien Rais mulanya berbicara soal filosofi, yaitu suatu bangsa negara itu bergantung pada pimpinannya.

“Saya pernah mengatakan bahwa kelompok manusia sampai rakyat suatu bangsa itu sangat, sangat tergantung pada pucuk pimpinannya. Jadi ada pepatah asing asalnya dari Yunani, ada yang bilang dari China, dari Timur Tengah, dan lain-lain, tapi sepertinya jadi kesepakatan filosofi, yaitu the fish rots from head, istilah rots from head jadi ikan busuk dari kepalanya, bukan dari siripnya, ekornya, tapi kepalanya. Juga kalau berbau busuk dari kepala ikan,” ujar Amien Rais saat konferensi pers secara virtual, Sabtu, 6 Maret 2021.

Kemudian, Amien Rais menyinggung tentang tewasnya 6 laskar FPI. Dirinya menyebut seharusnya peristiwa penembakan 6 laskar FPI ini dijadikan momentum memperbaiki HAM di Indonesia.

“Tentu ini juga sederhana, enam nyawa hilang secara extrajudicial killing itu sebenarnya momentum untuk penataan HAM, tapi rupanya namanya arogansi ya, kemudian komplet, sehingga kita juga ada langkah… ya nggak ada masalah ya karena kita berdoa kepada Allah Sang Maha Sempurna memegang keadilan final,” ucapnya.

Baca juga:   Mensesneg Bantah Presiden Tidak Akan Keluarkan Perppu KPK

Amien Rais pun meminta Jokowi membuka Istana untuk mereka. Dirinya berharap adanya pertemuan antara Jokowi dan TP3 bisa memperbaiki perbedaan pendapat terkait masalah ini.

“Jadi saya katakan tetap saja saya mengimbau, ‘Eh, Pak Jokowi, buka dong pintu Istana. Kita ini bukan rakyat Indonesia yang ingin buat huru-hara. Itu di luar kamus kehidupan kami semua TP3’. Jadi, kalau Anda mau terima kami an equal fitting duduk sama rendah, tegak sama tinggi sederajat, siapa tahu Anda terbuka hatinya, karena saya melihat perkembangan sudah luar biasa. Kita menyadari sudah kelewatanlah, jadi itu saja,” kata Amien Rais.

Di samping itu, TP3 juga berharap bisa bertemu dengan anggota DPR membahas kasus penembakan 6 laskar FPI. TP3 juga meminta DPR membentuk panitia khusus (Pansus) mengusut kasus tersebut.

“Setelah ini kami akan berharap ya bahwa akhirnya DPR terutama komisi 1,2,3 berkenan untuk terima TP3, karena surat sudah kita layangkan beberapa hari lalu, hanya saja karena reses pertemuan belum bisa terlaksana, tapi tetap kami akan meminta agar DPR minimal komisi 1,2,3 berkenan menerima kami,” ujar Sekretaris TP3 Marwan Batubara saat konferensi pers.

Baca juga:   Gerindra Merapat ke Pemerintahan, Analis: Diprediksi NasDem Tetap Bertahan

Marwan Batubara berharap DPR sebagai lembaga yang mewakili rakyat mau menerima pihaknya. TP3 meminta DPR membentuk pansus untuk penembakan laskar FPI.

“Satu hal perlu dicatat bahawa pembunuhan laskar bukan remeh temeh, ini masalah kemanusiaan bisa terkena siapa aja, dan sebaliknya dalam Al Quran disebutkan Allah menyebutkan kalau satu orang dibunuh itu artinya seolah membunuh semuanya, apakah kita biarkan ada rezim seperti ini? Terutama DPR kita mengimbau untuk memperhatikan, kalau DPR membiarkan, juga tidak berkenan untuk menerima TP3, ya saya kira sikapnya sama kaya Pak Jokowi yang kelihatannya sudah menunjukkan sikap yang enggan menerima kita,” kata Marwan Batubara.

“Jangan lupa, DPR itu wakil rakyat yang mestinya memerhatikan nasib rakyat, terutama orang2-orang yang tak berdaya, yang tak punya kekuatan, tak punya dana dan seterusnya, yang tidak ada peduli termasuk Presiden. Karena itu TP3 maju, dan tampil mewakili mereka, dan kami juga berikan dorongan supaya DPR itu bentuk pansus khusus tentang pembunuhan 6 laskar ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat DPR akan menerima kita,” sambungnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar