Ini Kata MenPAN-RB Soal Viral PNS seperti ‘Barbie’ Pakai Seragam Mengkilap

Tjahjo-Kumolo
Tjahjo Kumolo.

harianpijar.com, JAKARTA – Video Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan seragam dinas yang mengkilap dan make up seperti Barbie viral di media sosial. Terkait hal itu, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meminta instansi pemerintah terkait untuk menegur PNS tersebut.

Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa seragam kerja ASN telah diatur. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ataupun Peraturan Kepada Daerah.

“Menurut pendapat kami, seragam kerja (desain dan warna) ada peraturannya, apakah Permen atau Peraturan Kepala Daerah,” ujar Tjahjo Kumolo kepada awak media, Rabu, 3 Maret 2021.

Setiap PNS, dikatakan Tjahjo Kumolo, tidak boleh menyimpang dari aturan seragam itu. Dirinya mengatakan atasan di instansi terkait harus menegur PNS tersebut.

“Oleh karena itu, seragam kerja pegawai tidak boleh menyimpang dari peraturan yang berlaku. Yang harus menegur adalah atasan masing-masing,” ucapnya.

Baca juga:   Soal Ideologi Pancasila, Jubir FPI: Sejak Kapan Kemendagri Jadi Lembaga Screening

Tjahjo Kumolo menjelaskan teguran itu tidak harus diberikan oleh KemenPAN-RB. Menurutnya, teguran adalah ranah dari pimpinan instansi pemerintah terkait.

“Sanksi dari pimpinan kementerian/lembaga/instansi dan pemda. Tidak harus dari KemenPAN-RB,” kata Tjahjo Kumolo.

Sebelumnya, viral video PNS menggunakan make up seperti Barbie dan menggunakan seragam yang berbeda daripada umumnya. Dalam video tersebut tampak seorang ASN perempuan menggunakan baju dinas berwarna cokelat. Namun baju itu tampak mengkilap.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberi peringatan atas tampilan PNS itu. Asisten Komisioner Bidang Promosi dan Advokasi KASN Nurhasni mengatakan ASN harus menerapkan etika dalam berpakaian.

“Prinsipnya ASN itu memang ada etika, kalau KASN bagaimana penerapan kode etik, kode perilaku sebagai seorang ASN. Pertama kita melihat ASN itu punya aturan, etika dalam berpakaian, makanya ASN kalau di daerah ada seragam, disamakan sederhana, karena memang PP 42 Tahun 2004 itu ada etika terdapat diri sendiri. Kalau ini etika terhadap diri sendiri bahwa berpenampilan harus sederhana, jangan mencolok walaupun kaya, ini terkait dengan etika,” ujar Nurhasni saat dihubungi, Rabu, 3 Maret 2021.

Baca juga:   Mendagri: Diminta Plt Gubernur Bengkulu Tidak Open House Saat Lebaran

Nurhasni pun berharap instansi setempat menertibkan dan memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan.

“Kalaupun ada seperti itu tentu KASN dalam hal ini kita meminta kepada instansi pemerintahnya untuk melakukan penertiban, pembinaan terhadap ASN. Mungkin dia tidak tahu saja, atau mungkin dibiarkan seolah-olah ini hal yang wajar yang boleh itu oleh ASN,” sambungnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar