Bisnis Ikan Cupang di Tengah Pandemi Hasilkan Keuntungan Fantastis

Bisnis-Ikan-Cupang
. (foto: dok. Istimewa)

harianpijar.com, PATI – Pandemi virus Corona (COVID-19) telah mengubah roda perekonomian masyarakat. Banyak pebisnis yang bangkrut akibat pandemi, namun tak terkecuali Naufal Rizqi, seorang mahasiswa yang menekuni bisnis Ikan Cupang di Kabupaten Pati, yang justru memiliki keuntungan fantastis.

Sebelum memulai bisnis Ikan Cupang, Naufal Rizqi memang mempunyai hobi berternak. Namun, semenjak pandemi dan mengharuskan di rumah saja, Naufal Rizqi memilih untuk menjalankan ide bisnisnya yaitu berjualan Ikan Cupang. Dirinya mempromosikan dagangannya melalui platform media sosial seperti Instagram dan Facebook.

“Awalnya saya memulai bisnis saya dengan mengiklankan di Instagram, dan jujur saja hal tersebut sangatlah sulit ketika baru pertama kali merintis sebuah bisnis saya harus mencari follower terlebih dahulu. Sempat berhenti untuk mengiklankan di Instagram kemudian saya beralih ke Facebook dan saat bisnis saya mulai berjalan lancar saya memutuskan untuk menggunakan dua platform tersebut,” kata Naufal Rizqi, belum lama ini.

Baca juga:   Membentuk Jiwa Kepemimpinan Melalui Kegiatan PKMM-TJ

Naufal Rizqi mengaku bahwa di masa pandemi seperti ini justru minat pembeli akan Ikan Cupang yang dirinya jual malah semakin meningkat.

“Walau pandemi seperti ini justru minat akan Ikan Cupang tidak turun justru semakin meningkat. Mungkin karena himbauan pemerintah untuk berada di rumah saja dan memelihara Ikan Cupang adalah metode sebagai hiburan,” ucapnya.

Variasi ikan yang dijual Naufal Rizqi sangat beragam, maka dari itu banyak orang-orang yang minat untuk membelinya. Harga yang ditawarkan juga beragam tergantung dari jenis ikan yang sedang trend di pasaran. Hal itu juga memengaruhi omset yang dirinya dapatkan.

Baca juga:   Pandemi Tak Kunjung Usai, Bisnis Kos-kosan Sepi Ditinggal Penghuninya

“Ya kalau untuk omset sendiri tergantung dari jenis ikannya, bisa jadi ikan jenis A harga jualnya tinggi. Namun, ketika ada jenis ikan baru yang lebih bagus masuk, maka ikan jenis A tadi harganya biasanya turun,” ujar Naufal Rizqi.

“Omset yang saya peroleh ketika awal pendemi itu sekitar 100-150 ribu per hari, namun ketika pandemi seperti ini alhamdulillah omset saya melejit menjadi 200-400 ribu per harinya,” ungkapnya.

“Saya harap pelanggan saya tetap dan harga ikan ini tetap stabil, karena ketika ada ikan jenis spesies baru ikan spesies lama harganya menjadi turun,” tambahnya lagi.

Farisa Zulfa Alaina
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
FIP – Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar