Surutnya Orderan Ukiran Jepara Selama Pandemi

Pengrajin-Ukiran-Jepara
. (foto: dok pribadi)

harianpijar.com, JEPARA – Pandemi virus Corona (COVID-19) masih berpengaruh pada semua sektor termasuk sektor ekonomi dan industri. Hal ini turut berdampak pada pengrajin ukiran di sentra industri seni patung dan ukir di Desa Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Sebelum pandemi banyak wisatawan baik lokal maupun asing yang berkunjung ke Jepara. Termasuk di sentra industri ukiran khas Jepara sebagai destinasi yang menarik bagi wisatawan untuk dikunjungi, dengan banyak pilihan yang ditawarkan dari berbagai macam ukiran yang mempunyai corak dan motif yang berbeda.

Namun, di masa pandemi sekarang wisatawan asing yang lebih dominan tidak bisa berkunjung ke Jepara. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan dari pemerintah untuk membatasi jumlah wisatawan asing yang masuk demi mencegah penularan virus COVID-19.

Baca juga:   Terkonfirmasi Positif COVID-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadi

Suyono, salah satu pengrajin ukiran yang terdampak pandemi, merasa sulit dalam menghadapi situasi seperti ini. Sebelum pandemi banyak orderan yang masuk terutama dari mancanegara sampai kewalahan, tetapi saat ini sepi akan orderan.

“Di masa pandemi yang belum normal sekarang ini orderan sangat surut sekali. Kalaupun ada orderan itupun hanya dari lokal saja dan permintaannya sedikit,” ujar Suyono, Kamis, 25 Februari 2021.

“Jumlahnya 1 sampai 2 orderan saja dalam kurun waktu 1 bulan, itupun hanya membuat ukiran dengan dimensi kecil seperti tempat hiasan tanaman bonsai dan sebagainya,” imbuhnya.

Selama pandemi rata-rata omset penjualan ukiran menurun drastis. Akibatnya banyak pengrajin yang merugi dan para karyawan dirumahkan.

Baca juga:   Moeldoko Pastikan Vaksinasi COVID-19 ke Presiden Tak Ada Beda dengan yang Lain

“Untuk soal karyawan sendiri tidak tetap dalam artian dibutuhkan ketika ada orderan yang cukup banyak seperti dulu sebelum pandemi untuk membantu pekerjaan supaya cepat selesai. Akan tetapi jika jumlah orderan hanya sedikit seperti sekarang ini bisa dikerjakan sendiri,” ungkap Suyono.

“Ukiran patung sendiri hanya ada beberapa saja untuk stok dipajang didepan berharap ada yang tertarik untuk membelinya,” sambungnya.

“Saat ini hanya bisa berharap agar pandemi ini segera berakhir dan produksi seni ukiran kembali pulih seperti sedia kala,” kata Suyono lagi.

Ilham Firdaus Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan – Universitas Negeri Semarang (UNNES)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar