JoMan Bantah Fadli Zon yang Samakan Kerumunan di NTT dengan Habib Rizieq

Immanuel-Ebenezer
Immanuel Ebenezer. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Relawan Jokowi Mania (JoMan) membantah pernyataan anggota Komisi I DPR Fadli Zon yang menyamakan kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, NTT, dengan kejadian kerumunan massa Habib Rizieq Shihab.

“Harusnya Fadli bisa melihat kehadiran rakyat di Maumere adalah spontanitas. Tidak ada seruan, tidak ada persiapan. Tidak ada mobilisasi,” ujar Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer kepada awak media, Rabu, 24 Februari 2021.

Immanuel Ebenezer mengatakan peristiwa di Maumere berbeda dengan kehadiran massa yang menjemput Habib Rizieq di bandara. Di mana saat itu, kata dia, ada kampanye di media sosial berupa seruan agar massa hadir.

“Persiapan FPI matang. Kampanye beredar luas. Jadi beda dong dengan spontanitas rakyat yang hadir di Food Estate Maumere,” tambahnya.

Immanuel Ebenezer pun meminta Fadli Zon berhenti menjelek-jelekkan Jokowi. Menurutnya, Fadli Zon harus lebih cerdas dalam berkomentar.

Baca juga:   Daftar Calon Wali Kota, Gibran: Kita Mau Solo Melompat Lebih Maju

“Kehadiran rakyat benar-benar spontan. Tidak ada mobilisasi. Mereka hadir karena mencintai Presiden,” pungkas Immanuel Ebenezer.

Sebelumnya, Fadli Zon menyebut kerumunan saat kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere, Sikka, NTT, terjadi karena spontanitas warga. Dirinya lalu menyinggung kerumunan spontanitas yang menurutnya sama dengan kerumunan Habib Rizieq.

“Menurut saya, spontanitas seperti itu sulit dihindari. Itu pula yang terjadi dengan kedatangan Habib Rizieq dan acara pernikahan putrinya di Petamburan,” sebut Fadli Zon saat dihubungi, Rabu, 24 Februari 2021.

Diketahui, pihak kepolisian mengungkap Habib Rizieq dikenai pasal penghasutan terkait sejumlah kerumunan yang terjadi seperti di Megamendung dan Petamburan. Polisi beralasan itu karena kerumunan yang terbentuk atas dasar adanya undangan kerumunan yang disampaikan oleh Habib Rizieq.

Baca juga:   PDIP Bantah Tudingan Fadli Zon Soal Penunjukan Megawati di UKP Pancasila

“Untuk MRS, yang bersangkutan tersangka penghasutan Pasal 160 KUHP dan melawan petugas Pasal 216 KUHP. Untuk lima tersangka lainnya kena Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada awak media di Polda Metro Jaya, Sabtu, 12 Desember 2020.

Selain itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan Habib Rizieq terbukti melakukan persiapan terkait kerumunan tersebut, seperti membangun tenda-tenda acara.

“Iya faktanya kan ada persiapan, ada tendanya itu kan sebagai wujud persiapan. Kalau misalnya nggak dipasang tenda atau nggak ada acara apa-apa, masa iya orang masang-masang tenda?” jelas Tubagus Ade Hidayat kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar