Soal Kerumunan Saat Jokowi Kunjungi Maumere, PPP: Tak Ada Kesengajaan karena Spontanitas

Achmad-Baidowi
Achmad Baidowi.

harianpijar.com, JAKARTA – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, NTT, sempat diwarnai kerumunan warga setempat. Terkait hal itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas masyarakat.

“Kalau dilihat dari situasinya, tidak ada unsur kesengajaan ya karena spontanitas,” ujar Ketua DPP PPP Achmad Baidowi kepada awak media, Rabu, 24 Februari 2021.

Achmad Baidowi mengatakan rombongan Jokowi juga sudah lolos pemeriksaan kesehatan. Bahkan, dirinya menyebut rombongan Jokowi sudah divaksinasi COVID-19.

“Selain itu, rombongan presiden sudah divaksin dan lolos pemeriksaan kesehatan,” ucapnya.

Achmad Baidowi menuturkan momen kunjungan Jokowi ke daerah Maumere tidak sering terjadi. Karena itu, menurutnya, masyarakat secara naluri tidak ingin kehilangan momen bertemu dengan Presiden Jokowi.

Baca juga:   Menteri Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Percaya KPK Transparan dan Profesional

“Tapi karena presiden itu tidak setiap saat berkunjung, maka naluriah masyarakat ingin mengabadikannya tidak mau kehilangan momentum. Setidaknya satgas COVID harusnya lebih aktif melakukan pencegahan dan mengantisipasi bakal menumpuknya warga,” kata Achmad Baidowi.

Diketahui, video yang menunjukkan kerumunan warga saat Presiden Jokowi tiba di Maumere, Sikka, NTT, viral di media sosial. Pihak Istana Kepresidenan juga sudah memberikan penjelasan.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengungkapkan bahwa saat itu warga sudah menunggu rombongan Presiden Jokowi di pinggir jalan.

Baca juga:   Politisi PDIP: PAN dan PKS sebagai Penyeimbang, Tidak Ikut Pemerintahan Jokowi

Bey Machmudin mengatakan masyarakat Maumere spontan menyambut kedatangan Jokowi. Jokowi pun, kata dia, menyapa masyarakat dari atap mobil.

“Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete. Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti,” ujar Bey Machmudin kepada awak media, Selasa, 23 Februari 2021. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar