Cari Informasi Kebutuhan ASI Bayi Umur 2 Bulan? Ini Cara Menghitungnya Menurut Usia

informasi-kebutuhan-asi-bayi-umur-2-bulan

harianpijar.com – Menyusui merupakan proses alamiah untuk memberi nutrisi terbaik kepada bayi secara optimal. Meski begitu, tak jarang banyak muncul pertanyaan dibenak para bunda seperti soal informasi kebutuhan ASI bayi umur 2 bulan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan bunda untuk menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan bersama dengan pemberian makanan pendamping ASI alias MPASI, hingga anak berusia 2 tahun, dan menyesuaikan kebutuhan ASI bayi sesuai jenjang usianya.

Yang terpenting untuk diketahui, kebutuhan ASI bayi berbeda-beda sesuai jenjang usianya, dimulai dari bayi baru lahir hingga berusia 2 tahun.

Tak perlu merasa panik ketika ASI bunda baru keluar satu-dua tetes di masa awal setelah melahirkan. Sebab, bayi baru lahir memiliki ukuran lambung yang masih sangat kecil, sehingga kebutuhannya akan susu juga sedikit.

Kebutuhan ASI bayi akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia, karena perubahan ukuran lambungnya. Semakin besar ukuran lambung, maka semakin banyak kebutuhan mereka akan ASI. Namun, semakin panjang pula jeda di antara 2 waktu menyusu.

Berikut cara menghitung kebutuhan ASI bayi menurut usianya:

Bayi baru lahir

Pada dasarnya, kebutuhan ASI masing-masing bayi tidak selalu sama, melainkan bisa berbeda-beda tergantung dari kemampuan tubuhnya.

Kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir akan berubah-ubah dalam hitungan hari, yakni untuk bayi berusia 24 jam sebanyak 5-7 ml, bayi berusia 3-5 hari sebanyak 22-27 ml, dan bayi berusia 10-14 hari sebanyak 60-85 ml.

Biasanya, bayi baru lahir akan menyusu setiap 2-3 jam sekali atau 8-12 kali dalam kurun waktu 24 jam. Namun, bunda bisa langsung memberi ASI jika bayi memperlihatkan tanda-tanda ingin menyusu, seperti mengikuti arah sentuhan di dekat mulut (rooting), memasukkan tangan ke mulut, gelisah, hingga menangis.

Bayi usia 1-6 bulan

Hingga usianya menginjak 6 bulan, bayi masih sangat bergantung pada ASI sang bunda. Di usia ini pula bagi bunda yang bekerja harus sudah mempersiapkan diri untuk kembali ke kantor. Sehingga mau-tak mau bunda mulai menyimpan stok ASI perah untuk diminum si buah hati saat ditinggalkan selama 8-10 jam per hari.

Adapun perkiraan kebutuhan ASI bayi pada usia 1-6 bulan adalah sebagai berikut:

– Usia 1-2 bulan: 120-150 ml per menyusu (setiap 3-4 jam)
– Usia 3-4 bulan: 120-180 ml per menyusu
– Usia 5-6 bulan: maksimal 240 ml per menyusu (setiap 4-5 jam)

Rata-rata kebutuhan ASI bayi pada usia ini akan bertambah 30 ml setiap bulan dibanding bulan sebelumnya. Ketika sudah genap berusia 6 bulan, bayi harus mulai diberikan makanan padat pendamping ASI (MPASI).

Bayi usia 6-24 bulan

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, bunda yang menyusui mungkin bisa bernapas sedikit lega lantaran kebutuhan ASI bayi akan berkurang secara bertahap.

Menurut panduan Pusat Pelayanan Kesehatan Inggris (NHS), kebutuhan ASI bayi yang berusia di atas 6 bulan adalah usia 7-9 bulan sebanyak 600 ml per hari, usia 10-12 bulan sebanyak 400 ml per hari, dan usia 13-24 bulan 350-400 ml per hari.

Kendati demikian, merupakan hal yang normal bagi bayi yang menyusu langsung untuk minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Tetap susui bayi seusuai kemauannya.

Sebagai informasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar bunda menyusui bayi secara langsung.

Selain untuk menstimulasi produksi ASI, menyusui bayi secara langsung (direct breastfeeding) juga dapat memberi rasa hangat dan nyaman pada bayi sekaligus menjalin ikatan (bonding) antara ibu dan anak.

Namun, terkadang bunda harus meninggalkan bayi sehingga harus memerah dan menyimpan ASI untuk diberikan kepada bayi nantinya. Karena itu, semoga cara menghitung kebutuhan ASI bayi menurut usia di atas dapat menjadi patokan.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA