Soal Banjir Jakarta, PDIP Sebut Hampir 3 Tahun Pemprov Tak Lakukan Apa-Apa Kecuali Program Rutin

Gembong-Warsono
Gembong Warsono. (foto: VOI/Diah Ayu W)

harianpijar.com, JAKARTA – Sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta terendam banjir pasca hujan mengguyur Ibu Kota kemarin. Menurut PDIP DKI Jakarta, banjir terjadi karena Pemprov DKI Jakarta tidak melakukan apapun selama 3 tahun.

“Pengentasan persoalan banjir, tapi kalau mau jujur, sudah hampir 3 tahun ini Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa, kecuali menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono saat dihubungi, Jumat, 19 Februari 2021.

Gembong Warsono menilai tidak ada program penyelesaian banjir yang bersifat permanen. Bahkan, normalisasi atau naturalisasi yang dipamerkan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah dieksekusi karena tidak ada kemauan.

Baca juga:   Anies Sudah Lampu Merah, Pengamat: Seharusnya Mundur dari Jabatan Gubernur DKI Jakarta

“Program pengentasan banjir yang bersifat permanen dan berkelanjutan tidak ada, normalisasi ataupun naturalisasi hanya sebatas perdebatan di ruang publik, eksekusi di lapangan tidak tampak karena nggak ada kemauan. Sebab, normalisasi itu kan program pemerintahan sebelumnya, maka (Gubernur DKI Jakarta) Anies mewacanakan program barunya namanya naturalisasi, tapi di lapangan nggak dieksekusi juga,” ungkapnya.

Selain itu, Gembong Warsono juga menyinggung program drainase vertikal yang disebut bisa menyelesaikan banjir. Menurutnya, Anies Baswedan tersandera janji kampanye untuk tidak menggusur, padahal itu bisa menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yakni banjir dan penataan permukiman.

Baca juga:   Gelisah Fadli Zon soal Rocky Gerung, Politikus PDIP: Biarin dan Tidak Terlalu Penting

“Drainase vertikal, yang digadang-gadang mampu mengentaskan banjir, pada kenyataannya tidak memberi dampak yang signifikan,” kata Gembong Warsono.

“Pak Anies jangan tersandera janji kampanye, yang tidak akan melakukan penggusuran, namun mengorbankan warga lainnya. Padahal, kalau penataan permukiman di DAS (daerah aliran sungai) dilakukan, dua pekerjaan sekaligus dapat dilaksanakan, penanganan banjir iya, penataan permukiman juga iya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, hingga Jumat, 19 Februari 2021 malam per pukul 18.37 WIB, titik-titik banjir di DKI Jakarta kembali bertambah. Total ada 99 RT yang terdampak banjir di Jakarta. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar