Tolak Din Syamsuddin Dianggap Radikal, Belasan Ribu Orang Teken Petisi Online

Din-Syamsuddin
Din Syamsuddin. (foto: dok. M Din Syamsuddin)

harianpijar.com, JAKARTA – Baru-baru ini muncul petisi online yang memberikan dukungan terhadap mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Lebih dari 12 ribu orang turut menandatangani petisi yang menolak Din Syamsuddin dianggap tokoh radikal.

Hingga Senin, 15 Februari 2021, pukul 07.05 WIB, petisi yang dimuat di laman change.org itu telah ditandatangani sekira 12.954 orang. Targetnya 15.000 orang ikut berpartisipasi.

Petisi itu dibuat oleh seseorang bernama David dan ditujukan kepada GAR-ITB. Dalam deskripsinya disebut bahwa tudingan Din Syamsuddin radikal adalah tindakan yang absurd dan tidak masuk akal.

Tak hanya itu, pembuat petisi juga menulis beberapa pendapat tokoh seperti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti hingga Azyumardi Azra tentang sosok Din Syamsuddin.

“Pimpinan KASN dan Kementerian Agama hendaknya dapat menilai masalah ini secara objektif dan adil. Dengan begitu dapat diciptakan suasana kepegawaian yang lebih kondusif terkait isu sosial politik,” demikian kutipan petisi tersebut, dilansir dari CNN Indonesia via detik.

Seperti diketahui, Din Syamsuddin dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) oleh sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB. Din Syamsuddin dinilai telah pelanggaran yang substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca juga:   Gerindra Soal Mahfud MD Pastikan Pemerintah Tak Tangkap Orang Kritis: Kita Anggap sebagai Komitmen

Din Syamsuddin sendiri saat ini masih tercatat sebagai ASN dengan jabatan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan status di ITB sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA).

GAR ITB mengklaim didukung 2.075 alumni ITB untuk melaporkan Din Syamsuddin ke KASN pada Oktober 2020. Jumlah pendukung pelaporan dan identitasnya tercantum dalam dokumen pelaporan setebal 37 halaman tersebut.

Baca juga:   Sudah Telepon Dubes Palestina, Din Syamsuddin: Beliau Tak Baca Saksama Undangan

Belakangan beredar surat dengan kop Kemenpan RB yang menyatakan aduan itu dikoordinasikan dengan Tim Satgas Penanganan Radikalisme. Kemudian pembelaan untuk Din Syamsuddin pun berdatangan, termasuk melalui petisi online.

Menanggapi aduan itu, Ketua KASN Agus Pramusinto menyatakan telah melimpahkan laporan dugaan radikalisme itu ke Kemenag. Aduan itu juga diteruskan ke Satgas Penanganan Radikalisme ASN.

Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan tidak akan memproses laporan itu.

“Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB, menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi, ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti, apalagi memroses laporan itu,” kata Mahfud MD lewat akun Twitter-nya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar