SBY: Kritik Itu Laksana Obat, Pujian dan Sanjungan Laksana Gula

Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: google images/screenshot YouTube)

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara soal kritik dan pujian. Dirinya menganalogikan kritik dengan obat yang pahit tapi dapat mencegah penyakit.

Hal itu disampaikan SBY melalui akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, pada Sabtu, 13 Februari 2021. SBY mulanya berbicara mengenai obat yang dapat menyembuhkan penyakit jika diberikan dalam dosis yang tepat.

“Obat itu rasanya ‘pahit’. Namun bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit. Jika obatnya tepat dan dosisnya juga tepat, akan membuat seseorang jadi sehat,” tulis SBY.

Baca juga:   Soal Like Postingan Tak Senonoh, MKD Akan Gelar Pleno untuk Jadwalkan Pemanggilan Fadli Zon

SBY kemudian berbicara soal gula yang dapat menimbulkan penyakit. Apalagi, kata dia, jika dikonsumsi secara berlebihan.

“Gula itu rasanya manis, tetapi kalau dikonsumsi secara berlebihan, bisa mendatangkan penyakit,” sebutnya.

SBY lalu menyandingkan kritik dengan obat. Dirinya mengatakan kritik yang benar dapat mencegah kesalahan.

Baca juga:   Pengamat Sarankan Demokrat Buka Konvensi Caketum untuk Lepas Anggapan 'Partai Keluarga'

“Kritik itu laksana obat dan yang dikritik bisa ‘sakit’. Namun, kalau kritiknya benar dan bahasanya tidak kasar, bisa mencegah kesalahan,” ungkapnya.

Selain itu, SBY juga menyandingkan pujian dengan gula. Menurutnya, jika pujian diberikan secara berlebihan, dapat menyebabkan kegagalan.

“Sementara, pujian dan sanjungan itu laksana gula. Jika berlebihan dan hanya untuk menyenangkan, justru bisa menyebabkan kegagalan,” pungkas SBY. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar