Beberkan 4 Beda Ngopi-Ngopi Kader Demokrat dengan Moeldoko dan Luhut, Begini Kata Herzaky

Herzaky-Mahendra-Putra
Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat mengatakan Kepala KSP Moeldoko serta Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memang sempat melakukan pertemuan dengan para kader Partai Demokrat.

Hanya saja, menurut Partai Demokrat, ada tujuan berbeda dari ngopi-ngopi antara keduanya dengan para kader.

“Sebaiknya Bapak KSP Moeldoko tidak membawa-bawa nama Bapak Menko Luhut BP dalam pertemuan Bapak KSP Moeldoko dengan kader-kader Partai Demokrat,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Senin, 8 Februari 2021.

Herzaky Mahendra Putra mengatakan ada 4 perbedaan signifikan ngopi-ngopi versi Moeldoko dan Luhut Binsar Panjaitan. Perbedaan pertama, pertemuan Luhut Binsar Panjaitan dengan kader didasari keinginan pribadi kader dan memang sudah kenal, sedangkan Moeldoko disebut tidak kenal dengan para kader dan menjanjikan bantuan pasca bencana.

“Kader-kader Partai Demokrat yang bertemu dengan Luhut atas keinginan sendiri dan ada yang memang sudah kenal sebelumnya. Sedangkan yang bertemu dengan Moeldoko, adalah kader-kader Partai Demokrat dari daerah yang tidak dikenal Moeldoko sebelumnya, yang difasilitasi ke Jakarta karena dijanjikan akan mendapat bantuan pasca bencana. Dan, mereka tidak tahu sebelumnya bakal bertemu Moeldoko,” ungkapnya.

Poin selanjutnya, dikatakan Herzaky Mahendra Putra, pertemuan antara Luhut Binsar Panjaitan dengan para kader tidak mengajak para pemilik suara dalam partai serta tidak atas permintaan bantuan. Sedangkan Moeldoko secara terstruktur memang berencana bertemu dengan para ketua DPD dan DPC Partai Demokrat.

Baca juga:   Soal Reklamasi, Menko Kemaritiman Luhut Ditantang Adu Data Reklamasi Oleh Amien Rais

“Pertemuan kader Demokrat dengan Moeldoko, didahului oleh usaha terstruktur dan sistematis mengontak para pemilik suara sah (ketua-ketua DPD dan ketua-ketua DPC) dari berbagai pelosok Indonesia, untuk bertemu di Jakarta,” bebernya.

Selain itu, tak sama dengan Luhut Binsar Panjaitan, Moeldoko juga disebut mencatut nama-nama menteri hingga pejabat tinggi pemerintahan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana KLB dan pencapresan Moeldoko di 2024 saat melakukan pertemuan.

“Dalam pertemuan dengan Moeldoko, ada pencatutan nama-nama menteri dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya, dan bahkan pencatutan nama presiden, yang dikatakan sudah mendukung rencana KLB dan pencapresan Moeldoko di 2024,” kata Herzaky Mahendra Putra.

Moeldoko juga disebut melakukan money politics saat bertemu dengan kader-kader Partai Demokrat untuk menyetujui KLB. Besaran uang disebut hingga Rp 100 juta.

“Dalam pertemuan dengan Moeldoko, ada janji money politics sebesar 100 juta rupiah jika para pemilik suara dari Partai Demokrat menyetujui KLB dan mengganti Ketua Umumnya dengan Moeldoko. Sedangkan dalam pertemuan dengan Luhut, tidak ada janji-janji money politics yang disampaikan,” kata Herzaky Mahendra Putra.

Baca juga:   SBY: Akan Sangat Baik dan Mulia Jika Jokowi-Prabowo Bertemu

“Dengan demikian jelas, kalau dalam pertemuan dengan Moeldoko, ada penggalangan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah secara terstruktur dan sistematis oleh pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional dekat dengan Presiden Joko Widodo,” tambahnya.

Sebelumnya, persoalan ngopi-ngopi ini awalnya disampaikan Moeldoko di akun Instagram-nya, Sabtu, 6 Februari 2021. Moeldoko mengunggah foto sedang memegang cangkir dengan keterangan sedang ngopi.

“Aku nambah kopi, ada yang semakin grogi,” demikian tulisan yang menyertai foto tersebut. Dalam caption-nya, Moeldoko menyebut tidak pantas jika seseorang langsung pergi setelah menghabiskan secangkir kopi. Terlebih, saat ada rekan yang bergabung untuk ngopi.

Partai Demokrat pun menanggapi hal itu. Partai Demokrat menduga Moeldoko sibuk mencari teman ngopi lantaran sudah jarang diajak langsung Presiden Jokowi.

“Mungkin Bapak Presiden Joko Widodo sudah jarang mengajak KSP Moeldoko ngopi-ngopi. Begitu juga rekan sesama menteri, sudah jarang mengajak KSP Moeldoko ngopi-ngopi,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Minggu, 7 Februari 2021.

“Jadi, KSP Moeldoko sibuk cari teman buat ngopi-ngopi. Sampai mesti ngopi-ngopi dengan kader Demokrat, yang notabene tidak di dalam pemerintahan,” sambungnya. (ilfan/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar