Tepis Demokrat, Mantan Staf KSP: Moeldoko Sehari 3 Kali Jumpa Jokowi

Moeldoko
Moeldoko gelar jumpa pers menanggapi isu kudeta Partai Demokrat. (foto: detik/Sachril)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan staf KSP Bambang Beathor Suryadi menanggapi Partai Demokrat yang menduga Kepala Staf Presiden Moeldoko mencari teman ngopi lantaran sudah jarang diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bambang Beathor Suryadi menyebut dalam satu hari Jokowi bisa tiga kali bertemu Moeldoko.

Mulanya, Bambang Beathor Suryadi mengatakan Moeldoko sebagai sosok yang dipilih Jokowi dan mantan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dirinya merasa yakin, jika disodorkan empat nama capres pada 2014, SBY akan memilih Moeldoko.

“Moeldoko sosok yang dipilih SBY dan Jokowi. Semua warga negara yang mampu dan pantas punya hak untuk mimpi jadi presiden. Ada 4 nama yang sudah digadang-gadang untuk Calon Presiden 2014. Tiga orang saat ini sedang menjadi Gubernur, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, satu lagi ketua partai, Prabowo Subianto,” ujar Bambang Beathor Suryadi kepada awak media, Minggu, 7 Februari 2021.

“Jika 4 nama ini diajukan kepada SBY, mana yang akan dia pilih? Maka nama Moeldoko yang akan dipilihnya ketika Moeldoko juga disebut,” sambungnya.

Baca juga:   Tanggapi Andi Arief Soal Tuduhan Dalang Demo Omnibus Law, Mahfud MD Bilang Begini

Demikian pula dengan Jokowi, Bambang Beathor Suryadi yakin Jokowi akan bersikap seperti SBY. Menurutnya, Jokowi memahami kualitas informasi yang diberikan Moeldoko.

“Tak beda dengan Jokowi. Nama Moeldoko ikut menjadi pilihannya di banding 4 nama yang lain. Dalam memilih figur pemimpin, faktor kedekatan juga menjadi penentu. SBY lama kenal dan bergaul dengan Moeldoko dan tentu paham tentang kelebihan dan kekurangannya juga tentang kegemarannya,” kata Bambang Beathor Suryadi.

“Sedangkan Jokowi, sehari mungkin 3 kali jumpa Moeldoko, seperti makan obat. Pertemuan itu tentu untuk membahas situasi dan kondisi. Jokowi paham atas kualitas informasi dari Kepala KSP-nya,” imbuhnya.

Meski begitu, Bambang Beathor Suryadi menyadari ada satu kekurangan Moeldoko, yakni bukan berstatus sebagai kader partai. Namun, dirinya menilai kemampuan Moeldoko dalam berpolitik sudah terbukti.

“Problem Moeldoko adalah partai politik. Jika nantinya Moeldoko didukung SBY untuk maju calon presiden, tentu SBY juga berharap Partai Demokrat reborn, berjaya kembali,” ungkap Bambang Beathor Suryadi.

“Kekuatan kemampuan politik Moeldoko juga sudah teruji pada Pilpres 2019, ikut menjadi tim kemenangan nasional Jokowi-Ma’ruf Amin. Moeldoko menjadi sahabat para relawan,” tambahnya.

Baca juga:   Andre Rosiade Nilai Wajar Jika Gerindra Diajak Gabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin

Menurut Bambang Beathor Suryadi, Moeldoko memiliki waktu untuk mempersiapkan Pilpres 2024. Dia juga meyakini Moeldoko akan berhasil di Pilpres 2024 jika punya partai.

“Gonjang-ganjing ini (isu kudeta Partai Demokrat) tepat waktunya jika di hitung mundur dari 2024. Ada waktu bagi Moeldoko untuk berbenah jika berhasil memiliki partai,” ujar Bambang Beathor Suryadi.

Sebelumnya, Partai Demokrat menduga Moeldoko sudah jarang diajak Presiden Jokowi ngopi. Karena itu, Moeldoko bersedia ngopi bersama kader Partai Demokrat yang notabenenya berada di luar pemerintahan Jokowi.

“Mungkin Bapak Presiden Joko Widodo sudah jarang mengajak KSP Moeldoko ngopi-ngopi. Begitu juga rekan sesama menteri, sudah jarang mengajak KSP Moeldoko ngopi-ngopi,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Minggu, 7 Februari 2021.

“Jadi, KSP Moeldoko sibuk cari teman buat ngopi-ngopi. Sampai mesti ngopi-ngopi dengan kader Demokrat, yang notabene tidak di dalam pemerintahan,” tambahnya. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar