Pengamat Nilai Pengungkapan Isu Kudeta Positif bagi Partai Demokrat

Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

harianpijar.com, JAKARTA – Isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat diungkap ke publik. Pengungkapan isu kudeta itu dinilai menguntungkan AHY.

Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, ada tiga poin yang bisa dipetik dari isu kudeta Partai Demokrat.

Poin pertama, pengungkapan isu kudeta ini bisa dimaknai sebagai kesiapan menghadapi perang terbuka dengan siapa pun yang mencoba mengganggu internal Partai Demokrat.

“Tentu positif (bagi Partai Demokrat), positif dong. Artinya, Demokrat secara terbuka menyatakan perang ke Moeldoko dan pihak-pihak yang ingin mengkudeta PD, ya kan. Kita jarang melihat sikap politik PD ekstrem. Biasanya lebih soft, main di Twitter atau buat rilis,” ujar Adi Prayitno kepada awak media, Selasa, 2 Februari 2021.

“Kalau sudah sampai konferensi pers, itu ketum, itu artinya ada persoalan yang sudah sangat dimaknai yang membuat mereka ini cukup terganggu. Makanya itu yang saya bilang, konferensi pers AHY itu harus dimaknai sebagai persiapan perang terbuka dengan siapapun, dengan pihak-pihak yang tertentu di internal yang mencoba untuk mengkudeta itu,” tambahnya.

Poin Kedua, dikatakan Adi Prayitno, Partai Demokrat bukan lagi memikirkan elektabilitas dan popularitas. Menurutnya, pengungkapan isu kudeta ini sudah menyangkut marwah dan martabat Partai Demokrat.

“Yang kedua, publik juga harus tahu Demokrat ini kan saat ini komposisi pengurusnya itu diisi oleh anak-anak muda, mantan aktivis yang tidak punya dosa masa lalu. Jadi, siapa pun yang dinilai mengganggu pasti dilawan sampai titik darah penghabisan. Coba cek. Itu anak-anak muda semua isinya Demokrat itu. Jadi siapa pun yang mencoba mengutak-atik, mengintervensi, apalagi mengkudeta, saya kira akan dilawan,” jelasnya.

Baca juga:   Nama SBY Disebut Anas, Agus Hermanto: Memang Sudah Sewajarnya Presiden Berikan Arahan

Poin Ketiga, Adi Prayitno mengingatkan bahwa Partai Demokrat merupakan partai yang pernah berkuasa selama dua periode. Dirinya merasa yakin Partai Demokrat akan melawan para pihak yang mencoba memecah belah mereka.

“Yang jelas dari sikap politik, sisi positif dari ketegasan politik melawan upaya-upaya dari pihak luar. Apalagi kalau betul kudetanya itu dilakukan oleh orang yang menjadi lingkaran Istana. Jadi, menurut saya, apapun sikap PD tidak bisa melulu hanya dikaitkan oleh soal elektabilitas, membangun nama baik, tidak. Tapi ini menyangkut nama besar PD, ini menyangkut marwah PD, yang bagi mereka ini adalah pertarungan. Jadi siapa pun yang mencoba untuk mengkudeta pasti dilawan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adi Prayitno mengatakan kudeta di sebuah partai adalah hal lumrah jika dilakukan tanpa ada andil dari pihak eksternal. Menurutnya, implementasi demokrasi menjadi tidak sehat jika kudeta partai juga dilakukan oleh pihak eksternal.

“Kalau soal kudeta misalnya dilakukan oleh kader internal atau barisan sakit hati, saya kira itu lumrah dalam politik kepartaian. Yang nggak masuk akal itu kalau dilakukan oleh insider, pihak luar gitu ya, mencoba mengintervensi ke dalam dan melakukan pergantian secara paksa, dan nonkonstitusional. Itu yang nggak wajar dan nggak sehat secara demokrasi,” kata Adi Prayitno.

Baca juga:   Pengamat: Pemilu 2024, PDIP Butuh Tokoh seperti Jokowi

“Kalau mau ngomong kudeta, masuk dulu lah partainya, jadi pengurus, jadi apa aja, baru kemudian ada opsi-opsi untuk mengganti ketua umum di tengah jalan, itu perkara biasa. Tapi kan kalau dilakukan dari luar jelas ini memancing keributan,” imbuhnya.

Meski demikian, Adi Prayitno menilai kudeta terhadap AHY tak mungkin terjadi. Pasalnya, Partai Demokrat saat ini dinilai cukup solid.

“Nggak mungkin. Terlampau solid PD saat ini untuk dikudeta. Terlampau solid. Artinya, cukup solid dan konsolidatif PD saat ini. Makanya upaya-upaya kudeta itu, cepat, gampang diendus. Langsung dilakukan perlawanan secara frontal,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, isu kudeta Partai Demokrat diungkapkan langsung oleh AHY dalam konferensi pers kemarin. AHY mengatakan ada 5 orang yang diduga terlibat dalam upaya kudeta tersebut.

Belakangan, Partai Demokrat membeberkan siapa 5 orang yang diduga terlibat isu kudeta tersebut. Adapun Kelima orang dimaksud, yakni Jhoni Allen Marbun (kader Partai Demokrat aktif), Marzuki Alie, Nazaruddin, Darmizal dan salah seorang pihak luar yang disebut lingkaran Istana, Moeldoko. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar