Tak Hanya Anaknya, Orang Tua Ungkap Ada 5 Siswi Nonmuslim Lain yang Diminta Berjilbab

Siswi-nonmuslim-dipaksa-pakai-jilbab
. (foto: tangkapan layar Facebook Elianu Hia)

harianpijar.com, JAKARTA – Video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim dengan pihak SMK Negeri 2 Padang yang diminta memakai kerudung atau jilbab beredar luas di media sosial.

Elianu Hia, yang merupakan orang tua siswi nonmuslim itu, menilai tindakan sekolah tersebut telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Bagi saya, ini sudah pelanggaran HAM. Anak saya menolak menggunakan kerudung, karena kami nonmuslim,” ujar Elianu Hia kepada detik, Jumat, 22 Januari 2021.

Elianu Hia mengungkapkan kasus itu bukan hanya menimpa anaknya. Menurutnya, ada beberapa siswi nonmuslim di sekolah itu yang juga diminta memakai jilbab.

“Bukan hanya anak saya saja. Mungkin ada 5 orang anak yang lain. Hanya saja, yang lain itu mengikuti aturan. Mereka pakai kerudung, sementara anak saya tidak mau,” tukas Elianu Hia.

Adu argumen dengan pihak sekolah

Elianu Hia beradu argumen dengan pihak SMK Negeri 2 Padang saat memenuhi panggilan pada Kamis, 21 Januari 2021 kemarin. Dirinya menayangkan secara langsung di akun Facebook miliknya. Dengan cepat, video itu menjadi viral.

Baca juga:   Orang Tua Cerita Anaknya Kini Tak Ada Masalah Lagi Sekolah Tanpa Jilbab

Elianu Hia mengaku dipanggil melalui pesan lisan oleh pihak sekolah kepada anaknya, Jeni Cahyani Hia. Anaknya dipanggil BK sudah tiga minggu. Selain memenuhi panggilan, Elianu Hia juga mempertanyakan soal kebijakan tersebut.

“Jadi anak saya ini sudah tiga minggu ini dipanggil terus ke kantor BK, sehingga akhirnya saya datang,” kata Elianu Hia.

“Saya tanya, ini kebijakan siapa, karena tidak ada keputusan menteri pendidikan atau keputusan gubernur. Mereka menjawab ini keputusan sekolah. Wajib katanya,” imbuhnya.

Penjelasan dari pihak sekolah

Pihak SMK Negeri 2 Padang sendiri sudah memberikan penjelasan. Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi membantah informasi yang menyebut pihaknya mewajibkan siswa nonmuslim memakai jilbab.

“Kami tidak mewajibkan siswi nonmuslim untuk menggunakan kerudung seperti informasi yang viral di media sosial,” ujar Rusmadi kepada awak media, Jumat, 22 Januari 2021.

Menurut Rusmadi, pihak sekolah tidak melakukan pemaksaan, melainkan hanya mengimbau siswa menggunakan kerudung atau jilbab. “Tidak ada paksaan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat juga langsung menindaklanjuti kabar itu. Mereka menduga ada maladministrasi terkait kebijakan tersebut.

Baca juga:   Melda Rosita Ungkap Kronologi Kejadian Video Baju Melorot yang Viral

“Kita sudah melihat dan sudah disampaikan juga bahwa ada dugaan maladministrasi yang terjadi. Salah satunya adalah maladministrasi tidak melakukan (tindakan) diskriminatif yang dilakukan pihak sekolah melalui kebijakan atau aturan yang mereka buat,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yefni Heriani, Jumat, 22 Januari 2021.

“Beberapa informasi yang kita peroleh, memang ada kebijakan yang dibuat sekolah dalam berpakaian, di mana setiap perempuan yang ada di sekolah harus menggunakan, apa istilahnya itu, kerudung. Padahal, siswinya ada yang Islam, ada yang Nasrani atau ada keyakinan yang lain,” tambahnya.

Seperti diketahui, sebuah video yang memperlihatkan percakapan antara Elianu Hia dan pihak SMK Negeri 2 Padang viral di media sosial. Elianu Hia dipanggil pihak sekolah lantaran anaknya, Jeni Cahyani Hia, tidak memakai jilbab.

Jeni Cahyani Hia tercatat sebagai siswi Kelas IX pada Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP)) di sekolah itu. Dirinya tidak memakai jilbab karena nonmuslim. (fwc/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar