Jokowi: Meski Sudah Divaksin, Disiplin Protokol Kesehatan Tetap Harus Dijalankan

Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: Antara/Hafidz Mubarak)

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap vaksinasi virus Corona atau COVID-19 bisa menjadi upaya pengendalian penyebaran COVID-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia. Namun, dirinya tetap mengingatkan agar protokol kesehatan (prokes) harus terus dijalankan secara ketat sampai dunia kembali normal tanpa pandemi.

“Dan dengan vaksinasi massal ini kita berharap akan muncul herd immunity, kekebalan komunal. Sehingga risiko penyebaran COVID akan berhenti dan kegiatan perekonomian akan sepenuhnya pulih kembali,” ujar Jokowi dalam pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan 2012, Jumat, 15 Desember 2020.

“Inilah kerja besar yang ingin kita kerjakan dan kita meminta kesadaran kita semuanya meskipun nantinya, meskipun sudah divaksin, ini selalu saya sampaikan tetap yang namanya disiplin terhadap protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat. Sampai seluruh dunia kembali normal tanpa pandemi,” imbuhnya.

Jokowi pun mengajak semua pihak optimistis tahun 2021 ini menjadi titik balik bangsa Indonesia. Kesehatan masyarakat segera pulih dan perekonomian segera bangkit.

Baca juga:   Jokowi: Putusan MK Bersifat Final dan Sudah Seharusnya Kita Hormati

“Pengendalian pandemi terutama melalui vaksinasi adalah game changer. Adalah kunci yang sangat menentukan agar masyarakat bisa bekerja kembali, anak-anak kita bisa belajar di sekolah lagi, dan agar kita bisa kembali beribadah dengan tenang, dan juga agar perekonomian nasional kita bisa segera bangkit,” ungkapnya.

Kemudian, Jokowi lalu berbicara perihal program vaksinasi COVID-19 yang secara resmi telah dimulai sejak dua hari lalu. Dirinya menegaskan bahwa seluruh prosedur dan tahapan pengembangan vaksin sudah dilalui dengan baik.

“Penelitian dasar ilmiah hingga uji klinis telah dilakukan, sejak bulan Agustus. Badan POM juga telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization). Dan hasil efikasi vaksin yang diuji sudah di atas standar yang ditetapkan WHO. Juga MUI sudah menyatakan bahwa vaksin halal,” kata Jokowi.

“Sistem pendukung vaksinasi juga telah direncanakan dan telah siap sejak beberapa bulan lalu. Ini adalah sebuah langkah penting, langkah bersama kita, untuk membawa bangsa kita keluar dari pandemi. Memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan pada rakyat serta akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional secara cepat,” lanjutnya.

Baca juga:   Doakan Jokowi-Ma'ruf Amin Sukses, Ketum PAN: Kami Tak Pernah Minta-Minta

Jokowi mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 181.500.000 penduduk selesai divaksinasi sebelum akhir tahun 2021. Selain itu, pemerintah juga telah memesan vaksin untuk rakyat dari berbagai negara.

“Pemerintah juga telah mengamankan, memesan 426 juta dosis vaksin untuk rakyat yang berasal dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda. Jadi di bulan Januari, kurang lebih ini, bisa berubah lebih banyak. Di Januari 3 juta, di Februari nanti 4,7 juta, di Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta, di Juni 34,9 juta. Itu di dalam perencanaan yang telah kita buat. Meskipun bisa berubah lebih banyak lagi, kita harapkan,” pungkas Jokowi. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar