Ribka-Tjiptaning
Ribka Tjiptaning. (foto: DPR/Erman/Man)

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning, menjelaskan soal pernyataannya yang tak mau divaksinasi COVID-19. Dirinya mengaku sempat dimarahi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Kalau saya sih berdasarkan pengalaman ya. Waktu aku Ketua Komisi IX kan aku paparin. Makanya di wartawan kan kalau ini jangan sepenggal-sepenggal. Jadi orang salah persepsi. Jadi cuma Tjiptaning menolak vaksin. Nah, saya partai pemerintah. Jadi Pak Hasto marah-marah sama sayalah. Tapi ya itu sih risiko ya,” ujar Ribka Tjiptaning di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

Ribka Tjiptaning mengatakan latar belakangnya sebagai dokter menjadi landasan atas pilihannya menolak vaksinasi COVID-19. Menurutnya, latar belakangnya itu membuat dirinya tidak akan mudah menerima sesuatu apa pun terkait kesehatan.

Baca juga:   PDIP Yakin Pimpinan DPR Periode 2019-2024 Akan Tingkatkan Kualitas Parlemen

“Aku dokter, tentunya sudah tahulah basic dokter dari sisi kesehatan. Tentunya sumpah dokter itu kan melindungi pasien, apalagi sekarang sebagai wakil rakyat, melindungi rakyatnya. Jadi sudah dokter, sebagai wakil rakyat,” kata Ribka Tjiptaning.

“Jadi apa-apa juga, kalau tentang kesehatan, aku tidak gampang terima,” imbuhnya.

Ribka Tjiptaning pun lalu bercerita saat dirinya menjadi Ketua Komisi IX DPR RI. Dirinya bercerita mengenai vaksin flu burung.

“Waktu Ketua Komisi (IX), aku (vaksin) flu burung tidak terima. Saya tidak mau menandatangani 493 miliar waktu Siti Fadillah,” pungkas Ribka Tjiptaning.

Seperti diketahui, nama Ribka Tjiptaning menuai sorotan menyusul pernyataannya yang menolak divaksinasi COVID-19. Pernyataan itu disampaikan Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kemarin.

Baca juga:   Rudy: Pengurus PDIP Solo Mendadak Diundang ke Jakarta

Ribka Tjiptaning menyatakan tidak mau divaksinasi COVID-19. Politikus PDIP itu menyebut dirinya dan keluarga lebih baik dikenai sanksi daripada menerima vaksin Corona.

“Saya tetap tidak mau divaksin (Corona) maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin. Saya udah 63 nih, mau semua usia boleh, tetap, di sana pun hidup di DKI semua anak-cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta, mending gue bayar, mau jual mobil, kek,” kata Ribka Tjiptaning di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. (msy/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar