Tersangka-Dukun-Cabul
Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing (kanan) menginterogasi tersangka dukun cabul, Selasa, 12 Januari 2021. (foto: detik/Aris Arianto)

harianpijar.com, WONOGIRI – Pihak kepolisian menangkap seorang pria bernama Pardi (43), pelaku pencabulan dengan modus membuka praktik perdukunan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Polisi menyebut ada tujuh orang korban yang semuanya merupakan para remaja pria.

“Korban dugaan pencabulan sesama jenis sementara ada tujuh orang. Semuanya remaja pria, pelajar berusia antara 16-17 tahun,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing dalam jumpa pers di kantornya, Wonogiri, Selasa, 12 Januari 2021.

Cristian Tobing menjelaskan modus Pardi adalah bicara tentang potensi para korban di masa depan. Pardi kemudian berkata soal membuka aura mengaktifkan lagi jin pendamping yang ada di masing-masing korban.

“Jadi tersangka membuat seolah-olah yang tersangka lakukan kepada para korban (mencabuli) adalah cara atau ritual untuk membuka aura dan juga mengaktifkan jin qodam agar ke depan nasib para korban menjadi baik dan lakunya (tingkah laku dan nasib) menjadi lebih baik, hidup di masyarakat juga menjadi terhormat,” ungkapnya.

Baca juga:   Bejat! Gadis Remaja 13 Tahun Ini Dicabuli Ayah dan Kakak Kandungnya

Cristian Tobing mengatakan lokasi kejadian berada di rumah Pardi di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Hingga kini terungkap ada tujuh orang korban, dan aksi bejat itu diduga dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2020.

Meski demikian, polisi menduga masih terbuka kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Pasalnya, Pardi telah membuka jasa paranormal sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Kasus ini terungkap setelah ada keluarga korban yang melapor ke polisi. Kemudian dalam penanganannya ditemukan hingga kini ada tujuh korban.

“Tapi kami imbau kepada masyarakat jika ada yang merasa menjadi korban agar segera melapor,” ujar Cristian Tobing.

Selain menangkap pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban. Sedangkan para korban kini dalam pendampingan Unit PPA Polres Wonogiri.

Baca juga:   Bejat! Pria Ini Nekat Perkosa Nenek 60 Tahun Setiap Malam Jumat

Pardi sendiri mengaku kepada polisi bahwa dirinya merupakan korban pencabulan pada saat masih remaja. Pardi mengaku menjadi korban pencabulan berulangkali oleh sejumlah orang yang berbeda.

“Para pelaku sebagian besar sudah meninggal dunia,” kata Cristian Tobing.

Sementara itu, diwawancara dalam kesempatan yang sama, Pardi mengakui perbuatannya. Dirinya menyebut aksi bejatnya itu dilakukan secara spontan.

“Spontan saya lakukan,” ungkap Pardi.

“Sejak ayah saya meninggal, tahun 1991. Dulunya sering dititipi anak-anak yang nakal, yang sering bolos sekolah, lalu saya didik. Tapi tidak saya cabuli,” imbuhnya.

Pardi dijerat Pasal 82 Undang-Undang No 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 292 KUHPidana.

Adapun ancaman pidananya penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (msy/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar