Habib-Rizieq-Menyerahkan-Diri
Momen saat Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, mengungkapkan bahwa Habib Rizieq sempat mengalami penurunan kesehatan usai tahun baru. Habib Rizieq disebut sempat sesak napas dalam kondisi sendirian lantaran mendekam di sel isolasi.

“Jadi gini, pada waktu malam Sabtu, setelah tahun baru itu Habib nggak bisa napas. Pokoknya Jumat malam nggak bisa napas, itu jam 20.30 WIB,” ujar Sugito Atmo Prawiro kepada detik, Kamis, 7 Januari 2020.

Habib Rizieq, dikatakan Sugito Atmo Prawiro, lalu berteriak meminta tolong tahanan lainnya yang terpisah sel untuk mengabari polisi. Akhirnya kabar Habib Rizieq sesak napas tersebar secara berantai di rutan dan membuat Direktur Tahanan dan Titipan (Dirtahti) datang.

“Minta tolong karena nggak bisa ada yang bantu. Akhirnya berjenjang (kabar Habib Rizieq sakit) dari Blok A, Blok B, Blok C itu di tahanan untuk memanggil Dirtahti. Akhirnya Dirtahti datang,” ungkapnya.

Namun, menurut Sugito Atmo Prawiro, pihak Dirtahti pada malam Habib Rizieq sakit terlihat cemas. Menurutnya, kecemasan itu memperlambat pertolongan pertama pada Habib Rizieq.

“Mereka pada takut semuanya. Habib Rizieq itu kan diisolasi tahanannya, jadi tidak bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun, bahkan di depan kamar tahanannya ada CCTV,” ucapnya.

Baca juga:   Polda Metro: Untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan, Polisi Minta Informasi Kasus Ke KPK

Lebih lanjut, Sugito Atmo Prawiro mengungkapkan Dirtahti Polda Metro Jaya akhirnya meminta tolong dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes Polda Metro Jaya). Dokter kemudian datang pukul 22.00 WIB.

“Nah akhirnya Dirtahtinya datang, minta tolong Dokkes Polda Metro Jaya, itu (dokter) datang sudah pukul 22.00 WIB. (Penyebab sesak napas) Habib kambuh, kayak maag akut karena mungkin asam lambungnya naik, ya mungkin karena diisolasi. Dia biasa berinteraksi dengan banyak orang, (sekarang) dia tidak berinteraksi dengan siapa pun,” kata Sugito Atmo Prawiro.

Sugito Atmo Prawiro lalu menyampaikan Habib Rizieq pada malam itu (Jumat, 1 Januari 2021) hanya meminta satu hal, yakni oksigen. Pihak keluarga Habib Rizieq pun membawakan tabung oksigen dari kediaman mereka di Petamburan.

“Habib cuma minta satu, oksigen. Akhirnya karena mungkin tidak ada (di Dokkes Polda) atau susah carinya, dari Petamburan kirim oksigen itu, sampai (di Polda Metro Jaya) pukul 22.30 WIB. Yang jelas mereka (Dirtahti) pada ketakutan semua untuk bisa membantu secara cepat menyangkut masalah kesehatan,” bebernya.

Singkat cerita, kondisi pernapasan Habib Rizieq membaik setelah dipasangi oksigen di hidungnya. Terkait kejadian ini, Sugito Atmo Prawiro meminta pihak kepolisian bergerak cepat ketika ada seorang tahanan mengeluh sakit.

Baca juga:   Polda Metro Jaya: Penyidik Akan Panggil Lagi Rizieq Shihab Usai Sidang Vonis Ahok

“Akhirnya dengan izin dari Dirtahti dan agak sedikit memaksa, oksigen itu bisa diantar dan dipasang ke hidungnya Habib Rizieq. (Oksigen) masuk pun agak susah dan agak berdebat, akhirnya diizinkan masuk, akhirnya (Habib Rizieq) bisa bernapas secara baik,” ujar Sugito Atmo Prawiro.

“Tapi intinya begini, saya sudah sampaikan ke Dokkes Polda Metro Jaya, kalau sudah urusan kesehatan gini, tolong jangan menggunakan prosedur yang menyulitkan, karena ini soal nyawa orang. Dokkesnya sudah setuju bahwa itu memang harus gitu kalau untuk masalah kesehatan. Tapi pihak Tahtinya tuh takut kesalahan, ini yang menyebabkan prosedurial lambat dan kalau saat itu telat, bisa fatal itu,” imbuhnya.

Sugito Atmo Prawiro mengatakan tabung oksigen kini telah disediakan di dalam sel isolasi Habib Rizieq. Pasalnya, kata dia, pihak keluarga khawatir sakit maag akut itu kambuh.

“Sekarang posisinya Habib sudah ada oksigen, itu standby (dalam sel isolasi), yang dikirim dari Petamburan, karena khawatir dia akan kambuh lagi maag akutnya, mungkin karena faktor di tahanan. Di tahanan dia tidak bisa sosialisasi, berinteraksi dengan siapapun, keluarga juga tidak bisa menjenguk, ya mungkin karena faktor kepikiran makanya asam lambungnya naik,” pungkas Sugito Atmo Prawiro. (msy/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar