Munarman
Munarman.

harianpijar.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening Front Pembela Islam (FPI) setalah resmi dinyatakan bubar. Terkait hal itu, mantan Sekum FPI Munarman menyebut pemerintah telah berbuat zalim kepada FPI.

“Kan, pengurus Front Pembela Islam sudah tidak ada. Jadi mereka menzalimi organisasi yang sudah syahid,” ujar Munarman dalam pesan singkat,Kamis, 7 Januari 2021, seperti dilansir dari jpnn.

Munarman mengatakan rekening yang diblokir PPATK tidak bermasalah. Namun, tuduhan negatif atas rekening FPI terus keluar. Sementara itu, FPI sendiri tidak bisa membela diri setelah dibubarkan.

Baca juga:   Dubes RI: Nasib Kepulangan Rizieq Shihab Ada di Tangan Arab Saudi

“Tuduhan uang berasal dari tindak pidana adalah tuduhan kepada organisasi yang sudah almarhum yang tidak bisa membela diri,” kata Munarman.

Sebelumnya, PPATK telah membekukan rekening milik FPI pada 30 Desember 2020. Juru Bicara PPATK M Natsir Kongah menyatakan pihaknya berwenang membekukan aktivitas rekening FPI.

Baca juga:   Habib Rizieq Minta Maaf, Polisi Tegaskan Kasus Kerumunan Megamendung Masih Jalan

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“PPATK telah melakukan penghentian sementara transaksi dan aktivitas rekening Front Pembela Islam (FPI) berikut afiliasinya,” ujar M Natsir Kongah dalam keterangannya kepada awak media, Selasa, 5 Desember 2020. (nuch/jpn)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar