Polri Akan Lakukan Penindakan jika Ada Masyarakat yang Tak Patuhi Maklumat Kapolri Soal FPI

Idham-Azis
Kapolri Jenderal Idham Azis. (foto: jpnn/Ricardo)

harianpijar.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis telah menerbitkan Maklumat Kapolri yang berisi pelarangan penggunaan simbol Front Pembela Islam (FPI). Terkait hal itu, Polri pun memberi peringatan kepada masyarakat yang tidak mematuhi maklumat tersebut.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya akan menindak masyarakat yang tidak mematuhi maklumat Kapolri soal FPI sesuai peraturan UU yang berlaku.

“Apabila masih ada masyarakat yang tidak mematuhi maklumat ini tentunya Polri wajib mengambil langkah-langkah yang disesuaikan dengan perbuatan atau tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Minggu, 3 Januari 2021.

Ahmad Ramadhan mengungkapkan pesan Kapolri dalam maklumat tersebut. Maklumat itu berperan sebagai upaya pencegahan sekaligus upaya penindakan apabila ada yang melanggar.

“Ada dalam maklumat Kapolri tersebut yang mana maklumat Kapolri tersebut sebagai precautionary measure (upaya pencegahan) sekaligus upaya penindakan bila terjadi pelanggaran,” kata Ahmad Ramadhan.

Baca juga:   Menteri Agama: FPI Sudah Buat Pernyataan Setia Kepada Pancasila dan NKRI

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya telah menerbitkan Maklumat Kapolri berisi pelarangan penggunaan simbol Front Pembela Islam (FPI). Masyarakat juga diminta melapor ke aparat jika menemukan kegiatan atas nama FPI.

Maklumat Kapolri Nomor Mak/1/I/2021 tentang Kepatuhan terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI), diteken Idham Azis pada Jumat, 1 Januari 2021.

Maklumat ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Menkum HAM, Menkominfo, Jaksa Agung Kapolri, dan Kepala BNPT Nomor 220-4780 Tahun 2020; M.HH 14.HH.05.05 Tahun 2020; 690 Tahun 2020; 264 Tahun 2020; KB/3/XII/2020; 320 Tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut, Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam.

Baca juga:   Mardani Nilai Revolusi Akhlak Habib Rizieq Sama dan Sebangun dengan Jargon Revolusi Mental

Idham Azis meminta masyarakat tidak terlibat kegiatan FPI dan menggunakan simbol FPI. Bila ada yang melakukan hal terlarang itu, masyarakat diminta melapor ke polisi.

“Masyarakat tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI,” ujar Idham Azis dalam maklumat itu.

Idham Azis juga meminta Satpol PP dengan dibantu TNI-Polri melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang atribut FPI. Masyarakat juga diimbau tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI.

“Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian,” pungkasnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar