Sebut Front Persatuan Islam Tak Ada Tempat, Ngabalin Diminta Tahu Diri

Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: kompas/Fabian Januarius Kuwado)

harianpijar.com, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan tidak ada tempat bagi Front Persatuan Islam (FPI) di negeri ini. Menanggapi hal itu, kuasa hukum FPI Aziz Yanuar justru mempertanyakan siapa Ali Mochtar Ngabalin.

“Ngabalin itu siapa? Nggak kenal kita. Apa republik ini punya dia?,” kata Aziz Yanuar melalui pesan singkat, Jumat, 1 Januari 2021, seperti dilansir dari detik.

Aziz Yanuar pun meminta Ali Mochtar Ngabalin untuk tahu diri. Dirinya menyebut Republik Indonesia ini bukanlah milik Ali Mochtar Ngabalin sehingga bisa mengatur FPI seenaknya.

Baca juga:   Sahabat Minta Hentikan Kriminalisasi dan Bebaskan Munarman dari Tahanan

“Masalahnya republik ini bukan punya dia. Jadi mohon tahu diri,” ucapnya.

Aziz Yanuar menduga kalau Ali Mochtar Ngabalin bukan berbicara mengenai tempat FPI di Indonesia, melainkan hanya di tempatnya sendiri.

“Tempat dia mungkin. Kita juga ogah di tempat dia. Dibayar aja ogah,” ujar Aziz Yanuar.

Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin merespons pendeklarasian Front Persatuan Islam oleh sejumlah orang usai Front Pembela Islam dilarang pemerintah. Dirinya mengatakan bahwa tak ada tempat di negeri ini untuk Front Persatuan Islam.

“Front Persatuan Islam (FPI) apapun namamu kau tidak ada tempat di Republik ini,” tulis Ali Mochtar Ngabalin dalam media sosialnya, Jumat, 1 Januari 2021.

Baca juga:   Soal Dewas KPK, Ngabalin: Diyakini Pilihan Presiden Jokowi Bukan Sembarangan

Pasalnya, menurut Ali Mochtar Ngabalin, haluan Front Persatuan Islam adalah negara Khilafah Islamiyah.

“Basis & haluanmu adalah negara Khilafah Islamiyah itu adalah sebuah pembangkang terhadap negara & konstitusi yang sah & berlaku,” sebutnya.

Ali Mochtar Ngabalin meminta generasi muda Islam untuk memahami situasi tersebut. Dirinya menilai generasi muda Islam harus terlindungi dari ormas radikal.

“Awas jangan gagal paham. Generasi muda Islam harus terlindungi dari ormas radikal,” pungkas Ali Mochtar Ngabalin. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar