Sebut Reshuffle Kali Ini yang Terbaik, M Qodari: This is The Very Good Choice

Menteri-Baru-Jokowi
Presiden Jokowi bersama Wapres Ma'ruf Amin saat mengumumkan 6 menteri baru dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju. (foto: dok Setpres)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari, menilai perombakan menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini merupakan the best reshuffle yang pernah dilakukan dari beberapa momentum reshuffle kabinet sebelumnya.

“Kalau boleh saya bilang, ini the best reshuffle yang pernah dilakukan Jokowi. Kenapa the best, karena kita dapat mudah melihat klaster-klaster atau kategori yang menonjol dari enam menteri baru ini,” ujar M Qodari dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Desember 2020.

Menurut M Qodari, pertimbangan Jokowi dalam pemilihan enam menteri baru juga dilandasi pertimbangan akomodasi politik, profesionalisme atau kompetensi, dan pertimbangan kondisi sosial, politik, ekonomi saat ini.

M Qodari mengatakan sisi akomodasi politik itu kental terlihat dengan dipilihnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno. Menurutnya, Tri Rismaharini dipilih menjadi Menteri Sosial pasti mendapat dukungan politik internal karena dia merupakan kader PDIP yang disukai Megawati Soekarnoputri. Sedangkan pemilihan Sandiaga Uno karena merupakan kader Partai Gerindra.

“Harus kita katakan bahwa this is the very good choice, artinya kader partai yang dipilih itu bukan kacang-kacanglah kalau dalam istilah anak muda sekarang,” ungkapnya.

Baca juga:   Pengamat: Megawati Dinilai Mulai Hati-Hati dengan Manuver Kawan Koalisi

M Qodari mencontohkan sosok Tri Rismaharani yang selama menjadi Wali Kota Surabaya sudah menunjukkan prestasi kinerjanya.

“Siapa yang tidak kenal dengan Bu Risma dan siapa yang tidak mengakui kerja kerasnya selama menjadi wali kota. Perubahan atau transisi yang berhasil dilakukan oleh Bu Risma dalam mengubah wajah Kota Surabaya,” kata M Qodari.

Lebih lanjut, dikatakan M Qodari, terdapat tiga klaster baru dari menteri yang telah dipilih Jokowi dalam reshuffle, yaitu pertama, klaster tokoh populer, bahkan sangat populer, yang diwakili oleh Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno.

“Sampai-sampai Presiden sendiri mengatakan ini tokoh tapi kita tidak perlu perkenalkan lagi karena semua sudah tahu,” ucapnya.

Kemudian Kedua, lanjut M Qodari, klaster tokoh yang keberpihakannya jelas diwakili oleh Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Muhammad Lutfi. Gus Yaqut dikenal sebagai Ketua Umum GP Ansor. Menurutnya, sosok Gus Yaqut tidak diragukan lagi dalam hal pluralisme dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Keberpihakan itu sangat diperlukan pada situasi dan kondisi sekarang ini. Jadi Menteri Agama itu tidak hanya kuat pada tataran wacana, tapi juga kuat pada tataran lapangan, karena lapangan juga sangat menentukan,” terangnya.

Baca juga:   Soal Jadi Menteri Jokowi, Sandiaga Uno: Saya Bersedia Beri Masukan dari Luar Pemerintahan

Di samping itu, Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan yang memiliki latar belakang Hipmi diharapkan punya kebijakan yang mendukung kepentingan nasional. “Karena kental sinyalemen bahwa Menteri Perdagangan sebelumnya itu keberpihakannya ‘agak’ kurang,” ujar M Qodari.

Selanjutnya, Klaster ketiga, adalah klaster profesional manajerial, yang diwakili Budi Gunadi Sadikin dan Sakti Wahyu Trenggono. M Qodari menilai hadirnya Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan diharapkan mampu meningkatkan serapan anggaran dan menyiapkan vaksinasi COVID-19. Selain itu, kata dia, tugas Menkes yang lain adalah memastikan asuransi kesehatan, terutama BPJS, terkelola dengan baik agar tidak defisit terus-menerus.

“Pak Jokowi itu dulu berkali-kali marah karena serapan anggaran. Saya kira sebagai seorang ahli keuangan yang begitu panjang pengalamannya dalam dunia perbankan diharapkan agar serapan anggaran COVID-19 dari Kementerian Kesehatan akan cepat dan menyiapkan vaksinasi COVID-19 yang menjadi tugas besarnya,” kata M Qodari.

“Diharapkan mampu mengembangkan skill kewirausahaan dari Pak Sakti Wahyu Trenggono dalam dunia perikanan di Indonesia,” imbuhnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar