Sesalkan Aksi 1812, Wagub Riza: Kerumunan Sebabkan Penyebaran Virus

Ahmad-Riza-Patria
Ahmad Riza Patria. (foto: detik/Ilman)

harianpijar.com, JAKARTA – Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi soal adanya 22 peserta Aksi 1812 yang dinyatakan reaktif Corona atau COVID-19 usai menjalani rapid test antigen, serta adanya polisi yang terluka saat mengamankan aksi. Ahmad Riza Patria menyesalkan adanya kerumunan.

“Pertama kami Pemprov selalu menyampaikan jangan ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan, kami minta dihindari kegiatan seperti itu, karena berpotensi kalau adanya kerumunan menyebabkan penyebaran virus,” ujar Ahmad Riza Patria kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Desember 2020.

“Kalau nanti memang terjadi penyebaran ya harus diperiksa antigen dan PCR. Kalau yang terbukti positif ya dibawa ke RS atau ke Wisma Atlet,” imbuhnya.

Ahmad Riza Patria mengatakan demo tidak dilarang di negara demokrasi ini, tetapi aksi demo turun ke jalan di masa pandemi tentu disayangkan karena menimbulkan kerumunan. Menurutnya, seharusnya massa bisa menempuh mekanisme hukum. Diketahui salah satu tuntutan massa adalah membebaskan Habib Rizieq Shihab dari tahanan.

Baca juga:   Berpotensi Timbulkan Kerumunan, MUI Imbau Salat Idulfitri di Rumah

“Ya memang, kan negara kita negara hukum. jadi kalau ingin protes silakan sesuai produk hukum, jadi tidak boleh. Demo hak demokrasi warga, namun demikian mohon diperhatikan karena sekarang ada pandemi. Jangan sampai demo mungkin niatnya baik, mungkin maksudnya baik, karena kerumunan menimbulkan penularan, jadi tidak baik ya,” kata Ahmad Riza Patria.

Sebagaimana diketahui, setidaknya sebanyak 22 peserta Aksi 1812 dinyatakan reaktif Corona setelah menjalani rapid test antigen. Mereka kini dirujuk ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Sampai saat sekarang ada 22 yang reaktif. Sekarang kita rujuk ke Wisma Atlet. Ini menandakan bisa jadi kerumunan. Bisa jadi klaster di kerumunan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Desember 2020.

Baca juga:   Annisa Pohan Positif Covid-19, AHY: Kami Mohon Doa

Selanjutnya, 22 peserta Aksi 1812 akan dites swab/PCR. Jika nanti dinyatakan positif COVID-19, mereka akan diisolasi di Wisma Atlet.

Massa yang mengikuti Aksi 1812 tidak banyak seperti aksi-aksi sebelumnya. Namun disayangkan sempat terjadi kericuhan antara massa dengan polisi.

Menurut Yusri Yunus, setidaknya ada dua petugas kepolisian mengalami luka terkena sabetan senjata tajam saat bertugas mengamankan Aksi 1812 di Jakarta. Dua petugas itu terluka saat berupaya membubarkan peserta aksi di dekat kantor Gubernur DKI Jakarta.

“Sampai saat ini yang tadi saja ada yang kena sabetan sajam. Anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, ada dua (petugas),” ungkap Yusri Yunus. Pihak kepolisian masih menyelidiki terkait kasus tersebut. (msy/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar