Jubir Sebut JK Tak Nyaman Dituding di Balik Penangkapan Edhy Prabowo

Jusuf-Kalla
Jusuf Kalla.

harianpijar.com, MAKASSAR – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disebut tidak nyaman dituding sebagai sosok di balik penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK. Tudingan kepada JK itu dinilai mengganggu hubungan antarelite.

“Pak JK dalam posisi tidak nyaman dalam tuduhan itu dan itu mengganggu hubungan antarelite,” ujar Jubir JK, Husain Abdullah, dalam keterangannya kepada awak media, Senin, 7 Desember 2020, seperti dilansir dari detik.

Atas adanya tudingan dari calon Wali Kota Makassar Danny Pomanto tersebut, Husain Abdullah mengatakan pihak JK menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Putra JK, Solihin Kalla, diketahui telah melaporkan tudingan itu ke Polda Sulsel.

“Kita harapkan proses hukum jalan dan di sana kan nanti dibuktikan semua omongan tersebut,” sebutnya.

Menurut Husain Abdullah, yang terpenting saat ini adalah klarifikasi dari pihak KPK soal tudingan Danny Pomanto itu.

Baca juga:   Wakil Ketua DPR: Pansus Hak Angket KPK Diminta Tidak Bekerja Dengan Multitafsir

“Yang dibutuhkan adalah klarifikasi KPK ke Danny, dan ini sekali lagi demoralisasi KPK dan memang harus dipulihkan personal Pak JK,” tuturnya.

Selain itu, Husain Abdullah meminta Danny Pomanto lebih berhati-hati dalam berbicara, terlebih Danny Pomanto merupakan sosok yang pernah menjabat Wali Kota Makassar.

“Analisanya mengada-ada dan bukan kelas pemimpin. Apalagi efeknya karena banyak yang dengar,” kata Husain Abdullah.

Seperti diketahui, kasus ini berawal saat rekaman suara Danny Pomanto berdurasi 1 menit 58 detik yang isinya menuding JK di balik penangkapan Edhy Prabowo beredar.

Rekaman itu berada dalam sebuah video yang diawali dengan menampilkan wajah Danny Pomanto kemudian beralih pada sebuah percakapan yang membahas penangkapan Edhy Prabowo serta tokoh-tokoh yang diuntungkan dalam penangkapan ini.

Danny Pomanto sendiri telah mengakui rekaman tersebut adalah suaranya, namun dirinya menegaskan pernyataannya itu keluar di dalam rumahnya yang merupakan ranah privasi. Danny Pomanto menyebut perbincangan itu sebatas analisis politik dan perbincangan lepas dirinya dengan beberapa orang.

Baca juga:   Yakin Prabowo Akan Terima Putusan MK, JK: Beliau Orang yang Realistis

“Jadi itu adalah percakapan di dalam rumah saya, dalam rumah saya, orang rekam. Jadi sebenarnya itu adalah percakapan biasa, analisis politik dan hak setiap orang kan begitu. Sebenarnya saya korban ini. Kenapa ada yang rekam dan sebar. Aneh,” kata Danny Pomanto.

Merasa dirugikan oleh rekaman tersebut, Danny Pomanto melalui kuasa hukumnya, Beni Iskandar, melaporkan perekam dan penyebar suaranya itu.

Sementara itu, Polda Sulsel kini tengah memproses 2 laporan tersebut, yaitu laporan putra JK, Solihin Kalla dan laporan Danny Pomanto.

“Jika ada laporan terkait pidana sudah pasti akan kita tindak lanjuti,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo dalam pesan singkat, Minggu, 6 Desember 2020. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar