Aziz-Yanuar
Aziz Yanuar. (foto: detik/Lisye Sri Rahayu)

harianpijar.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis geram lantaran penyidik Polda Metro Jaya dihadang oleh laskar dari Front Pembela Islam (FPI) saat hendak melayangkan surat pemanggilan kepada Habib Rizieq Syihab. Membantah hal itu, FPI menyebut tidak ada penghadangan.

“Tidak ada penghadangan insyaallah,” ujar Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar kepada awak media, Jumat, 4 Desember 2020.

Terkait penghadangan penyidik Polda Metro Jaya, Idham Azis juga menyinggung soal negara tak boleh kalah dengan premanisme. FPI mengaku setuju dengan Idham Azis.

BERITA PILIHAN SPONSOR

“Setuju dengan Kapolri, berantas segala bentuk premanisme. Karena premanisme termasuk kemungkaran. Sebagaimana ketidakadilan juga,” kata Aziz Yanuar.

Meski demikian, Aziz Yanuar menilai tersendatnya penyidik Polda Metro Jaya saat hendak melayangkan surat panggilan kepada Habib Rizieq bukanlah penghadangan. Dirinya melihat dari sisi yang berbeda.

Baca juga:   Polisi Gerebek Apartemen Season City, Temukan 6,5 Kilogram Sabu

Di Petamburan III, awalnya penyidik Polda Metro Jaya dihadang laskar FPI untuk melayangkan surat ke Habib Rizieq, lalu penyidik meninggalkan lokasi. Kemudian, penyidik mendatangi lagi lokasi, hingga akhirnya bisa masuk dan memberi surat pemanggilan.

“Mungkin kesalahpahaman saja,” sebutnya.

Aziz Yanuar mengatakan penyidik Polda Metro Jaya akhirnya dapat menyerahkan surat pemanggilan klarifikasi. Menurutnya, ada yang menggiring opini seolah penyidik diadang, namun dia tak menyebut siapa yang dimaksud.

“Faktanya kan para penyidik bisa masuk dan ketemu serta serahkan surat kan? Yang bikin kacau kan opini,” ujar Aziz Yanuar.

Baca juga:   Polda Tak Keluarkan Izin Aksi 1812, PA 212: Bukannya Berdasar UU Cukup Pemberitahuan?

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menghardik ormas FPI. Hal ini dipicu upaya penghadangan polisi oleh laskar FPI di Petamburan saat hendak mengantarkan surat pemanggilan kepada Habib Rizieq.

Idham Azis menegaskan negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan cara-cara premanisme. Apalagi jika ada yang menghalang-halangi proses penegakan hukum di Indonesia.

“Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme. Kita akan sikat semua,” kata Idham Azis dalam keterangannya, Kamis, 3 Desember 2020.

“Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” tambahnya. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar