Hashim-Djojohadikusumo-Hotman-Paris
Hotman Paris Hutapea menerima kunjungan Hashim Djojohadikusumo di kediamannya, Selasa, 1 Desember 2020. (foto: Instagram/hotmanparisofficial)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo membantah terlibat kongkalikong ekspor benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Adik Prabowo Subianto itu menegaskan keluarganya adalah pejuang yang tak akan mencari untung dari hal seperti itu.

Dalam konferensi pers bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, di Cafe Jetski, Jakarta Utara, pada Jumat, 4 Desember 2020, Hashim Djojohadikusumo keberatan dengan pemberitaan salah satu majalah. Menurutnya, majalah itu tidak mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut namanya dan putrinya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Hashim Djojohadikusumo menyatakan bahwa perusahaannya, PT Bima Sakti Mutiara, belum mendapat izin ekspor benur atau benih lobster. Dirinya menyebut pemberitaan majalah itu menyudutkan.

Baca juga:   Terkait Rumor Gerindra Masuk Kabinet, Ketum PKB: Koalisi 01 Sudah Kegemukan

“Nah saya sesalkan praktik-praktik yang baik ya, yang seharusnya diikuti oleh kawan-kawan dari Tempo tidak diikuti, tidak dipenuhi,” ujar Hashim Djojohadikusumo.

Hashim Djojohadikusumo menyoroti cover majalah itu yang tertulis ‘Para Perompak Benur’. Dirinya juga menyoroti karikatur di majalah tersebut.

“Karena seperti Pak Hotman bilang, itu gambar itu… ada pesek, mata sipit, ganteng, itu saya. Ada yang matanya sipit, gendut, itu Prabowo,” kata Hashim Djojohadikusumo.

“Perompak itu konotasi bajak laut konotasi ke perampok. Pidana. Pidana, ya. Ini saudara-saudara bisa menghayatilah, bisa merasakan apa yang kami rasakan,” imbuhnya.

Baca juga:   Gerindra Tak Masalah Jika Kembali Jadi Oposisi di Pemerintahan Jokowi

Kemudian, Hashim Djojohadikusumo menceritakan latar belakang keluarganya yang gugur demi RI. Dirinya menegaskan tak akan mencoreng nama keluarganya.

“Keluarga kami gugur untuk Republik Indonesia. Empat keluarga kami gugur untuk Republik Indonesia. Empat, termasuk 2 paman kami. Tanpa pamrih. Tidak dikasih uang mereka gugur untuk Republik Indonesia,” ujar Hashim Djojohadikusumo.

“Saudara-saudara makanya bisa merasakan, masak kami mau mencoreng nama keluarga kami demi uang begitu. Tidak. Tidak,” pungkasnya. (nuch/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar