Mahfud-MD
Jumpa pers pemerintah tanggapi aksi anarkis. (foto: detik/Arun)

harianpijar.com, JAKARTA – Pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda melalui akun Twitter-nya mengumumkan pemerintahan sementara di Papua Barat. Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Benny Wenda membentuk negara ilusi di Papua.

Dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Kamis, 3 Desember 2020, Mahfud MD berbicara soal makar terkait langkah Benny Wenda mengumumkan pemerintahan sementara di Papua Barat. Mahfud MD meminta Polri bergerak.

“Menghadapi kasus Wenda yang pertama, dia telah mengajak melakukan makar, bahkan juga tadi MPR menyebut sudah mempunyai niat dan sudah melakukan makar dan pemerintah menanggapi dengan meminta Polri melakukan penegakan hukum,” ujar Mahfud MD.

BERITA PILIHAN SPONSOR

“Makar itu kalau skalanya kecil itu cukup gakkum kriminil, tangkap menggunakan pasal-pasal tentang kejahatan keamanan negara, kejahatan terhadap keamanan negara. Tadi disebut Pasal 6 dan seterusnya sampai Pasal 129 KUHP. Jadi cukup gakkum. Ini tidak terlalu besar kalau soal ini. Mengapa?” imbuhnya.

Baca juga:   Siapa Silvany Austin Pasaribu, Diplomat RI yang Jawab Tegas PM Vanuatu Soal Papua di PBB?

Mahfud MD kemudian menjelaskan soal negara ilusi yang dibentuk Benny Wenda di Papua. Dirinya menegaskan Benny Wenda tak memenuhi syarat pembentukan sebuah negara.

“Menurut kami, Benny Wenda ini membuat negara ilusi, negara yang tidak ada sebenarnya dalam faktanya. Papua Barat itu apa? Karena negara itu syaratnya ada 3 dan ada 1 menurut Montevideo Convention syaratnya itu ada rakyat yang dia kuasai, ada wilayah yang dia kuasai, kemudian ada daerahnya, ada pemerintahnya,” terangnya.

Mahfud MD menyatakan Benny Wenda tidak mempunyai rakyat. Dirinya menyebut Benny Wenda adalah pemberontak di Papua.

Baca juga:   Bantah Berkantor di Papua, Kapuspen: Panglima TNI Hanya Kunjungan Kerja

“Dia kan ndak ada tuh, rakyatnya siapa? Dia memberontak, dia orang luar. Wilayahnya Papua kita riil yang menguasai. Pemerintah dia siapa yang mengakui dia pemerintah? Orang Papua sendiri juga tidak mengakui. Di dalam syarat hukum internasional ndak ada, dia tidak memenuhi syarat Montevideo Convention,” tegas Mahfud MD.

Selain itu, dikatakan Mahfud MD, deklarasi Benny Wenda melalui Twitter tidak diakui negara-negara lain yang tergabung dalam organisasi internasional. Menurutnya, Benny Wenda tengah berilusi.

“Lalu syarat lain adanya pengakuan dari negara lain yang masuk di dalam organisasi internasional. Dia nggak ada yang ngakui. Memang didukung negara kecil di Pasifik, namanya Vanuatu, tapi kecil itu. Dan tidak masuk juga ke organisasi internasional, hanya disuarakan secara politik,” kata Mahfud MD. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar