Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean.

harianpijar.com, JAKARTA – Putri Wapres ke-12 Jusuf Kalla (JK), Musjwira JK, melaporkan politikus Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahaean menilai laporan Musjwira JK janggal dan siap memberikan klarifikasi.

“Ya pertama saya baru mendengar bahwa ini dilaporkan ke kepolisian. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelapor, putrinya Pak JK ya. Kalau nggak salah namanya Musjwira Jusuf Kalla,” ujar Ferdinand Hutahaean kepada awak media, Rabu, 2 Desember 2020.

Laporan itu terdaftar dengan nomor ST/407/XII/Bareskrim. Ferdinand Hutahaean menghormati laporan Musjwira JK tersebut.

“Saya tidak mengenal pelapor yang memberikan kuasa dan saya menghargai laporan tersebut, menghormati hak hukum yang diambil oleh pelapor, dan nanti kalau laporan ini diproses oleh kepolisian tentu saya akan memberikan klarifikasi dan jawaban,” ucapnya.

Ferdinand Hutahaean mengaku kaget atas laporan Musjwira JK. Sebab, dirinya menyatakan tidak pernah menuduh siapa-siapa di Twitter.

“Tapi saya juga agak kaget ya dan heran mendengar laporan ini disampaikan ke kepolisian oleh pihak yang tidak pernah saya tuduh. Jadi agak lucu bagi saya. Tapi tidak apa-apa,” ungkapnya.

Baca juga:   JK Tegaskan Sejak Awal Habib Rizieq Tidak Dilarang Pulang

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean mengatakan sama sekali tidak pernah bicara tentang JK ataupun putrinya. Dirinya akan membuktikan argumentasinya dalam proses hukum yang berjalan nantinya.

“Dan seingat saya, saya tidak pernah menuduh pelapor ini tentang apapun dan saya tidak pernah bicara tentang apapun ya tentang beliau, dan juga tentang Pak Jusuf Kalla. Saya tidak pernah menuduh Pak Jusuf Kalla. Saya tidak pernah berbicara tentang beliau, sesuai dengan cuitan saya. Jadi ya janggal dan aneh bagi saya tentang pelaporan ini,” kata Ferdinand Hutahaean.

“Nanti kita buktikan dari proses hukum yang berjalan dan saya juga nanti punya hak hukum ya, ketika nanti ini menjadi tidak terbukti ya tentu ini akan menjadi kategori laporan palsu dan saya juga punya hak untuk mengambil langkah hukum nantinya,” imbuhnya.

Selain itu, Ferdinand Hutahaean mengaku belum memikirkan langkah hukum lebih jauh selain memberikan klarifikasi. Dirinya menilai laporan putri JK tak begitu penting.

“Saya lebih ingin Indonesia ini menjadi maju. Kalau soal laporan-laporan begini, aduh, nggak usahlah, nggak penting-penting banget bagi kita. Tapi kita, saya tetap menghormati hak hukum pelapor apa pun itu. Nanti kita lihat ke depannya,” pungkasnya.

Baca juga:   Soal Bursa Ketua MPR, Politisi Demokrat: Saatnya PDIP Balas Kebaikan di 2009

Sebelumnya, putri JK, Musjwira JK, melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi . Kamri ke Bareskrim Mabes Polri. Laporan itu berkaitan dengan pencemaran nama baik di media sosial.

“Saya disini atas nama saya sebagai anaknya Pak Jusuf Kalla melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri atas tulisan-tulisan yang mereka buat. Tulisan tersebut mengganggu martabat kami, saya dan keluarga,” ujar Musjwira JK di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Desember 2020.

“Seperti yang kita ketahui, di-tweet-nya esensi paling dalam dalam hak asasi manusia. Jadi sebagai warga negara Indonesia, saya melaporkan berhak untuk melaporkan hal-hal yang mengganggu hak asasi saya dan keluarga,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter-nya, @FerdinandHaean3, mengunggah sebuah status, Ferdinand Hutahaean menyinggung soal agenda politik 2024 dan menyebut ‘si Caplin’.

“Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal. Tampaknya Presiden akan sgt disibukkan olh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan,” tulis Ferdinand Hutahaean. (msy/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar