Munarman
Munarman.

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) menanggapi soal beredarnya dokumen yang disebut sebagai hasil tes swab Habib Rizieq Shihab. Di mana, dokumen itu menunjukkan hasil swab Habib Rizieq adalah positif virus Corona atau COVID-19. FPI menegaskan bahwa dokumen tersebut palsu.

Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman mengatakan dokumen itu tidak benar. Seharusnya, kata dia, pemalsuan itu dijerat dengan UU ITE.

“Palsu itu. Harusnya aparat mengusut pemalsuan-pemalsuan seperti di atas, berdasar UU ITE. Itu yang harusnya dilakukan,” kata Munarman, seperti dilansir dari detik, Rabu, 2 Desember 2020.

Baca juga:   Soal Rizieq Shihab, Moeldoko: Tidak Ada Persoalan kalau Mau Pulang, Pulang Saja

Munarman menilai hukum tidak adil jika yang menjadi korban adalah Habib Rizieq. Menurutnya, kasus akan didiamkan jika yang menjadi korban adalah Habib Rizieq.

“Dan HRS jadi korban itu. Masak giliran HRS korban, didiamkan saja. Giliran beliau difitnah kok malah beliau yang diperkarakan. Hukum macam apa yang ada di Republik ini?” ujar Munarman.

“Itulah yang disebut hukum tajam ke HRS, tumpul ke para tukang fitnah,” imbuhnya.

Baca juga:   Demokrat Nilai Pertemuan Anies dan Habib Rizieq Persoalan Pribadi

Diketahui, dokumen itu menuliskan laporan hasil atas nama Muhammad R. Shihab berikut tanggal lahirnya. Ada nama perusahaan MER-C dalam dokumen tersebut.

Tertulis pula, waktu swab pada 27 November 2020, waktu diterima 27 November 2020. Sedangkan, untuk waktu validasi 28 November, dan waktu cetak hasil 28 November 2020.

Adapun jenis pemeriksaan yang tertulis adalah SARS-CoV-2 Nucleic Acid Test (RT-PCR) dengan hasil positif. (nuch/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar