Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: Antara/Hafidz Mubarak)

harianpijar.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

“Kita menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

Jokowi meyakini KPK bekerja secara profesional dan transparan. Dirinya menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Pemerintah konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Jokowi.

Seperti diketahui, kabar terkait penangkapan Edhy Prabowo ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Nurul Ghufron mengatakan penangkapan tersebut diduga terkait ekspor benur atau benih lobster.

Baca juga:   Yakin Wabah Corona Selesai Akhir Tahun, Jokowi: 2021 Booming di Pariwisata

“Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur,” ujar Nurul Ghufron, Rabu, 25 November 2020.

Edhy Prabowo ditangkap KPK bersama sejumlah orang lainnya pada dini hari tadi. Salah satu yang ikut ditangkap yakni istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi, yang merupakan anggota Komisi V DPR.

Sejumlah orang yang ditangkap kemudian dibawa ke gedung KPK. KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status Edhy Prabowo dkk. Saat ini mereka yang ditangkap masih berstatus terperiksa.

Di sisi lain, Partai Gerindra sampai saat ini masih menunggu informasi resmi dari KPK terkait penangkapan Edhy Prabowo.

Baca juga:   Diprediksi Kabinet Jokowi Tak Bertahan Lama, Pengamat: Menteri dari Parpol Paling Aman

“Pertama, kami baru mendengar berita soal kader kami yang menjadi Menteri KKP itu baru dari media massa, baik media cetak, online, maupun televisi,” ungkap Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya belum mau komentar lebih jauh. Sebab masih menunggu penjelasan resmi KPK.

“Nah untuk itu, kami dari Partai Gerindra belum bisa berkomentar lebih jauh, kami masih menunggu informasi yang valid dari KPK tentang itu. Dan kami mohon rekan-rekan media bersabar dan untuk menunggu perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (nuch/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar