Tweet-Buya-Syafii
Tangkapan layar akun Twitter @SerambiBuya. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, YOGYAKARTA – Mantan Ketum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Dosen Departemen Sosiologi UGM Muhammad Najib Azca menilai pendapat Buya Syafii tersebut untuk mengajak masyarakat bersikap kritis.

“Itu ajakan untuk bersikap kritis bahwa kita tidak boleh terperdaya simbol semata-mata,” ujar Muhammad Najib Azca saat dihubungi detik, Senin, 23 November 2020.

Menurut Muhammad Najib Azca, apa yang dilontarkan Buya Syafii merupakan refleksi sejarah. Pasalnya, Buya Syafii adalah sejarawan senior sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah.

“Saya kira dia melakukan refleksi historis lah, refleksi terhadap pengalaman sejarah kita,” sebutnya.

Lebih lanjut, Muhammad Najib Azca menilai apa yang dilakukan Buya Syafii sebenarnya benar adanya. Mengingat manusia tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dengan mendewakan keturunan tertentu.

Baca juga:   Dianggap Menyebar Kebencian, Musisi Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi

“Saya kira ya memang sebenarnya tidak perlu ada, katakanlah kultus atau pendewa-dewaan istilahnya terhadap seseorang hanya karena faktor keturunan. Hanya karena keturunan nabi maka pasti hebat seolah-olah, itu kesalahan dan itu tidak perlu seperti itu,” jelasnya.

Muhammad Najib Azca lalu mencontohkan sosok Soekarno, seorang proklamator yang memiliki banyak keturunan. Namun, kata dia, masyarakat tidak perlu mendewakan keturunannya.

“Seperti juga tidak perlu pendewaan terhadap keturunan Bung Karno. Meskipun Bung Karno orang hebat katakanlah, tapi tidak serta-merta keturunan dia hebat. Jadi itu sesungguhnya bisa diberlakukan untuk siapa saja, memang pendewa-dewaan pada dasarnya tidak benar dilakukan oleh siapapun,” kata Muhammad Najib Azca.

Baca juga:   Siapkan Layanan Untuk Streaming Berita, Twitter Jalin Kerjasama Dengan Bloomberg

Sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Buya Syafii berpendapat bahwa mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual,” tulis akun Twitter @SerambiBuya seperti dikutip via detik, Senin, 23 November 2020.

Buya Syafii mengatakan fenomena mendewa-dewakan sosok yang mengaku keturunan nabi bukan hal yang baru. Dirinya menyebut Soekarno dulu telah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini.

“Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini,” tukasnya. (msy/det)

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar