Rizieq-Syihab
Habib Rizieq Syihab. (foto: screenshot YouTube Front TV)

harianpijar.com, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menanggapi soal Habib Rizieq Syihab menyebut kata lonte saat ceramah dalam acara Maulid Nabi. MUI jabar menyerahkan penilaian kepada masyarakat.

“Semua orang juga bisa menilai. Ya itu mah biar masyarakat yang menilai,” kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar kepada detik, Selasa, 17 November 2020.

Rafani Achyar mengatakan kegiatan mulia seperti Maulid Nabi seharusnya diisi dengan ceramah yang menyejukkan. Dirinya pun menyayangkan adanya kalimat tak pantas terucap di acara tersebut.

“Jadi yang penting gini apalagi itu acara Maulid Nabi semestinya kita menyampaikan pesan-pesan nabi yang mendamaikan yang menyejukkan yang mempersatukan. Kita sedang Maulid Nabi kan inti Maulid Nabi itu kan bagaimana kita mengambil tauladan nabi dalam kehidupan kita sehari-hari baik pribadi, keluarga bangsa dan negara. Nah nabi itu membawa pesan Islam itu sesuai namanya damai. Membawa pesan-pesan perdamaian,” jelasnya.

Baca juga:   KSP Nilai Pernyataan JK Soal 'Kekosongan Kepemimpinan' Sangat Politis

Rafani Achyar juga mengaitkan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, masyarakat tengah dihadapi persoalan berat akibat pandemi COVID-19.

“Apalagi di tengah situasi masyarakat menghadapi COVID-19 yang belum selesai. Masyarakat sedang dihadapkan dalam berbagai persoalan hidup sekarang ini. Mestinya diberikan pencerahan yang mendamaikan dan menyejukkan,” ujar Rafani Achyar.

Sebelumnya, Habib Rizieq menyinggung soal lonte dari panggung peringatan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta, Sabtu, 14 November 2020. Namun, Habib Rizieq tidak secara spesifik menyebut siapa lonte yang dirinya maksud.

“Ada lonte hina habib. Pusing, pusing. Sampai lonte ikutan ngomong, iyee…,” ujar Habib Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat, Minggu, 15 November 2020, dini hari.

Ceramah Habib Rizieq disambut riuh hadirin. Dirinya mengaku tidak marah banyak orang berkerumun saat menjemputnya dikritik. Kemudian, Habib Rizieq menyinggung soal polisi menjaga rumah orang yang disebutnya lonte itu.

Baca juga:   Pangdam Jaya Prihatin Ada Habib Bahasa dan Ucapannya Kotor, FPI: Yang Kotor Siapa?

“Saya nggak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lonte. Eh polisi kalang kabut jagain lonte. Kacau, kacau,” kata Habib Rizieq.

“Lonte hina habib dijaga polisi. Kacau tidak? Mestinya lonte yang hina habib, hina ulama, tangkep. Bukan dijagain. Polisi jawab, ‘Tapi ada ancaman, Habib.’ Mangkanya lu tangkep,” imbuhnya.

“Ditangkep nggak, dijagain. Iyee. Jangan-jangan minta jatah kali. Kacau, kacau. Saya ngeliat begini jadi baik, mudah-mudahan jangan sakit lagi deh. Udahlah jangan diterusin dah ah. Udah biarin, lonte sama lonte aja yang ngomong,” tambahnya lagi.

Pernyataan Habib Rizieq itu pun menuai kritik dari beberapa kalangan. Mereka menyesalkan isi dakwah Habib Rizieq tersebut apalagi disampaikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar