Habiburokhman
Habiburokhman. (foto: instagram/habiburokhmanjkttimur)

harianpijar.com, JAKARTA – Dua Kapolda dicopot lantaran dianggap tidak melakukan perintah menegakkan aturan protokol kesehatan (Prokes) buntut kerumunan yang terjadi di acara Habib Rizieq Syihab. Menanggapi hal itu, Partai Gerindra menyoroti konsisten Polri terhadap penegakan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau COVID-19.

“Saya melihat itu hal yang normal, penegakan disipilin internal Polri. Faktanya memang terjadi kerumunan di dua provinsi tersebut,” ujar Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada awak media, Selasa, 17 November 2020.

Meski demikian, Habiburokhman menekankan konsistensi aparat penegak hukum terkait penegakan aturan protokol kesehatan. Dirinya lalu berbicara mengenai aksi demo omnibus law dan kampanye pilkada di daerah lain yang menimbulkan kerumunan.

“Namun yang perlu digarisbawahi agar jangan timbul kesan inkonsistensi penegakan disiplin. Kalau soal kerumunan yang melanggar prokes kita bisa mengacu pada aksi demo besar menolak omnibus law di berbagai kota, apakah ada evaluasi juga terhadap pejabat kepolisian di kota-kota itu?,” sebutnya.

Baca juga:   Wiranto Sebut Pembatasan WNA ke Papua untuk Persempit Masalah

Habiburokhman pun meminta polri tegas dan konsisten untuk menegakkan protokol kesehatan, apapun acaranya.

“Begitu juga kerumunan yang terkait pilkada, apakah ada juga evaluasi? Polri harus berani menegakkan disiplin dan aturan secara konsisten. Kalau konsisten pasti semua pihak legowo,” kata Habiburokhman.

Sebagaimana diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkan bahwa pemerintah akan menindak tegas aparat penegak hukum yang tak melaksanakan aturan.

Tak berselang lama dari pengumuman itu, Polri langsung mencopot dua kapolda yang dinilai tak melaksanakan perintah menegakkan protokol COVID-19, yaitu Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

Baca juga:   GP Ansor: Ancaman Itu Dari Kelompok Yang Mengatasnamakan Islam dan Menghapus NKRI

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin, 16 November 2020.

“Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” imbuhnya.

Irjen Nana Sudjana digantikan Irjen Muhammad Fadil Imran, sedangkan Irjen Rudy Sufahriadi digantikan Irjen Ahmad Dofiri. Keduanya dicopot terkait dengan adanya kerumunan di acara Habib Rizieq. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar