Novel-Baswedan
Novel Baswedan. (foto: detik/Ari Saputra)

harianpijar.com, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi keputusan Penasihat Wadah Pegawai KPK Nanang Farid Syam yang mengundurkan diri dari KPK. Menurutnya, mundurnya Nanang Farid Syam disebabkan ‘perubahan’ yang terjadi di KPK.

“Kembali lagi KPK kehilangan pegawai senior, mantan Ketua Wadah Pegawai. Memang ‘perubahan’ membuat pejuang satu per satu pergi,” tulis Novel Baswedan melalui Twitter-nya, @nazaqistsha, seperti dilansir dari detik, Jumat, 13 November 2020.

Sebelum Nanang Farid Syam, ada Febri Diansyah yang lebih dulu mundur dari KPK. Apakah ini pertanda pemberantasan korupsi di Tanah Air akan sirna? demikian pertanyaan di benak Novel Baswedan.

Baca juga:   KPU Nyatakan 9 Parpol Resmi Jadi Calon Peserta Pemilu 2019

“Akankah pemberantasan korupsi hanya tinggal cerita? Semoga harapan masih tersisa untuk diperjuangkan,” kata Novel Baswedan.

Nanang Farid Syam sudah 15 tahun mengabdi di KPK. Novel Baswedan pun tak lupa menyemangatinya. “Terus berjuang di mana pun berada, Uda,” pungkasnya.

Diketahui, pegawai senior KPK, Nanang Farid Syam, mengundurkan diri dari KPK. Nanang Farid Syam telah mengabdi selama 15 tahun di KPK.

Baca juga:   Terkait Sketsa Penyerang Novel, Kapolri Minta Maaf Tak Bisa Cerita Rinci

“Benar bahwa Uda Nanang Farid Syam yang merupakan pegawai senior KPK sekaligus Penasihat Wadah Pegawai KPK mengundurkan diri dari KPK,” ujar Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo kepada awak media, Kamis, 12 November 2020.

Yudi Purnomo mengaku sempat menemui Nanang Farid Syam. Dirinya sempat berbincang perihal pengunduran diri Nanang Farid Syam dari KPK.

“Kami berterima kasih atas jasa-jasa beliau selama 15 tahun ini mengabdikan diri di KPK untuk kerja-kerja pemberantasan korupsi, terutama dalam membangun jaringan antikorupsi di Indonesia. Semoga sukses di tempat yang baru,” kata Yudi Purnomo. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar