Slamet-Ma'arif
Slamet Ma'arif. (foto: detik/Nur Azizah Rizki Astuti)

harianpijar.com, JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akan kembali pulang ke Indonesia. Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif mengatakan bahwa Habib Rizieq telah melakukan swab test untuk mendeteksi virus Corona.

“Insyaallah aman beliau juga sudah PCR (swab test) juga,” kata Slamet Ma’arif saat dihubungi, Minggu, 8 November 2020, seperti dilansir dari detik.

Meski demikian, Slamet Ma’arif tidak mengungkapkan apakah hasil tes PCR Habib Rizieq positif atau negatif.

“(Hasil PCR Habib Rizieq) aman,” sebutnya.

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan (Menkes), WNI yang pulang dari luar negeri harus menjalani karantina 14 hari terlebih dulu, sesuai langkah penanggulangan pandemi COVID-19.

Terkait karantina 14 hari ini, Slamet Ma’arif beranggapan pemerintah mempersulit ulama.

“TKA asing terutama China kok keluar masuk Indonesia nggak disuruh isolasi mandiri? Giliran ulama yang mau kembali ke tanah airnya dipersulit?,” ucapnya.

Baca juga:   Breaking News: BJ Habibie Meninggal Dunia, Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Selain itu, dikatakan Slamet Ma’arif, Habib Rizieq akan melakukan beberapa agenda sepulangnya ke Indonesia. Salah satunya yakni menikahkan putrinya.

“Insyaallah sesuai yang beliau sampaikan agendanya tetap akan berjalan termasuk menikahkan putrinya,” ujar Slamet Ma’arif.

Untuk diketahui, aturan WNI yang pulang dari luar negeri diwajibkan harus menjalani karantina 14 hari dulu, sesuai dengan langkah penanggulangan COVID-19 tertuang pada Surat Menteri Kesehatan bernomor PM.03.01/Menkes/338/2020 tentang Penanganan Kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari Luar Negeri di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Juanda. Aturan itu ditandatangani Menkes Terawan Agus Putranto tertanggal 22 Mei 2020.

“Melakukan karantina mandiri di rumah/tempat tinggal masing-masing selama 14 (empat belas) hari, menerapkan physical distancing, memakai masker, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” demikian bunyi petikan aturan dalam Surat Menkes bernomor PM.03.01/Menkes/338/2020 itu.

Baca juga:   Terkait Isu Pencekalan Rizieq Shihab, Moeldoko: Kertas Kosong pun Didiskusikan

“Bila WNI dan WNA sudah membawa hasil PCR negatif dari luar negeri dan dinyatakan valid oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan dinyatakan tidak sakit, maka dapat melanjutkan perjalanan dan menjalani karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya selama 14 hari dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, kepada awak media, Kamis, 5 November 2020.

Ada dua prosedur penanganan WNI/WNA yang tiba di Indonesia. Pertama, WNI/WNA yang membawa sertifikat sehat (health certificate) dengan pemeriksaan PCR negatif COVID-19 dari negara asal. Kedua, WNI/WNA tanpa sertifikat sehat dan hasil PCR negatif COVID-19. (msy/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar